Di Sampang, Polisi Kejar-kejaran Dengan 2 Pencuri Kotak Suara

Kompas.com - 17/04/2019, 23:44 WIB
Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan

SURABAYA, KOMPAS.com - Terjadi aksi kejar-kejaran antara petugas kepolisian dengan dua orang pencuri kotak suara di Desa Bapelle, Kecamatan Robatal, Sampang, Jawa Timur, Rabu (17/4/2019).

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mengatakan, polisi menerima laporan dua orang tiba-tiba membawa kabur kotak suara dengan mobil di sebuah TPS di Desa Bapelle.

"Sempat terjadi kejar-kejaran dengan petugas, bahkan anggota ada yang hampir ditabrak," katanya kepada wartawan di Mapolda Jatim, Rabu.

Baca juga: 5 Orang Diamankan Pasca-bentrok Massa di TPS Sampang

Kabar pencurian itu akhirnya diinformasikan ke polsek terdekat. Dengan bantuan pasukan Dalmas, mobil berhasil dihadang di tengah jalan.

"Alhamdulillah berkat ada bantuan TNI dan Polri, akhirnya dua pelaku bisa diamankan dan kotak suara dikembalikan ke TPS," jelasnya.

Hasil pemeriksaan sementara oleh Polres Sampang, kata Luki, kedua pelaku pencuri kotak suara karena merasa kecewa karena tidak puas dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan.

Baca juga: Kronologi Bentrokan di TPS Sampang hingga 1 Orang Tertembak

Pasca-kejadian, Luki mengintruksikan untuk mempertebal pengamanan dengan menambah 1 SSK pasukan berjumlah 100 personil.

"Jadi di Sampang saat ini ada 3 SSK Brimob Polisi dan 2 SSK TNI. Sore tadi mulai lakukan patroli bersama," ucapnya.

Sebelumnya, pemungutan suara Pemilu 2019 di Desa Tapaan, Kecamatan Banyuates, Kabupaten Sampang Jawa Timur diwarnai bentrok dua kelompok massa.

Seorang dari salah satu kelompok massa dilarikan ke rumah sakit karena tangan kirinya tertembak peluru.



Terkini Lainnya

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional
Siswa SD Tendang Gurunya hingga Tangan Korban Patah, Pemkot Surabaya Turun Tangan

Siswa SD Tendang Gurunya hingga Tangan Korban Patah, Pemkot Surabaya Turun Tangan

Regional

Close Ads X