Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Prabowo-Sandi Sudah Jadi Kompetitor Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 17/04/2019, 23:01 WIB
Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma?ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan hak suaranya di TPS 07,  Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Rabu (17/04/2019).Dokumentasi Dedi Mulyadi. Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma?ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan hak suaranya di TPS 07, Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Rabu (17/04/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Amin Jawa Barat, Dedi Mulyadi memberikan apresiasi kepada pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

Dedi mengatakan, Prabowo-Sandi merupakan mitra kompetisi yang luar biasa untuk Jokowi-Ma’ruf Amin. Adu gagasan dalam yang dimunculkan satu tahun ke belakang oleh kedua pasangan calon sangat berkontribusi untuk mencerdaskan publik.

“Terima kasih kepada Pak Prabowo dan Pak Sandi Uno, beliau merupakan mitra terbaik bagi Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf,” kata Dedi saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (17/4/2019).

Baca juga: Quick Count Indikator Data 95,70 Persen: Jokowi-Maruf 53,91 Persen, Prabowo-Sandiaga 46,09 Persen


Kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, Mantan Bupati Purwakarta dua periode itu memberikan ucapan selamat. Menurut dia, semangat kerja yang menjadi tagline pasangan itu harus menjadi spirit nasional untuk mewujudkan mimpi anak bangsa.

“Keutuhan bangsa ini tetap segalanya. Kita menjaga keutuhan itu dengan fokus bekerja dan menciptakan karya nyata bagi bangsa. Pak Jokowi dan Pak Ma’ruf berada di garis depan untuk mewujudkan Indonesia Maju,” ujarnya.

Baca juga: Quick Count Pilpres Kompas di Sumatera Bagian Utara: Prabowo Unggul 61,87 Persen, Jokowi 38,13 Persen

Dedi mengatakan siap berkontribusi bagi bangsa Indonesia melalui lembaga parlemen. Dia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Partai Golkar untuk daerah pemilihan Purwakarta, Karawang dan Bekasi.

“Insya Allah, tentu kita kawal bersama. Medan pengabdian untuk bangsa ini kan tidak hanya satu, ada banyak hal yang bisa kita lakukan,” katanya.

Selain itu, Dedi mengingatkan kepada semua elemen bangsa untuk merawat tenun kebangsaan. Proses politik, kata dia, sebenarnya bertujuan untuk membangun situasi dan kondisi bangsa yang lebih baik, bukan memecah belah.

Atas dasar itu, dia mengajak rakyat Indonesia untuk memperkuat hubungan antar sesama tanpa berkaca pada pilihan politik pilpres.

“Merawat tenun kebangsaan itu jauh lebih penting, itu di atas segalanya. katakanlah kemarin ranting pohon hampir patah, ya jangan sampai patah,” tandasnya.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Close Ads X