Ikuti Liputan Langsung Penghitungan Suara di 14 TPS Unik dari Sabang sampai Merauke

Kompas.com - 17/04/2019, 12:44 WIB
Ilustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019. KOMPASIlustrasi pasangan calon presiden dan wakil presiden 2019.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kompas.com bekerja sama dengan Litbang Kompas menggelar liputan atau reportase langsung penghitungan suara di 14 TPS unik, dari Sabang sampai Merauke.

Tim liputan mengikuti jalannya penghitungan secara manual yang dilakukan petugas di TPS, menunggu penghitungan di formulir C1, kemudian langsung meng-input hasil tersebut secara hampir realtime ke sistem. Hasilnya bisa langsung dilihat di Kompas.com.  

Liputan langsung penghitungan suara ini berbeda dengan quick count atau hitung cepat. Untuk quick count secara nasional akan dipublikasikan di Kompas.com mulai pukul 15.00.

Jika quick count menggunakan sampel di 2.000 TPS, liputan langsung ini hanya kami lakukan di 14 TPS yang terpilih.

Liputan langsung penghitungan suara manual di 14 TPS ini tidak bisa digeneralisasi mewakili suatu wilayah. Hasilnya unik, hanya bisa digunakan untuk menggambarkan TPS yang bersangkutan.

TPS-TPS unik dan memiliki nilai berita secara jurnalistik, misalnya TPS tempat Jokowi dan Prabowo mencoblos. TPS tempat ibunda Jokowi, TPS tempat Sri Sultan HB X, dan TPS tempat Amien Rais. Pemilihan TPS ini hanya mempertimbangkan ketersediaan anggota tim liputan di lapangan. 

Jika Anda ingin mengikuti hasil quick count atau hitung cepat Litbang Kompas dan empat lembaga survei lainnya, yaitu Indo Barometer, Poltracking Indonesia, Indikator Politik Indonesia, dan Charta Politika, klik di sini. 

Baca juga: Cek Hasil Quick Count Litbang Kompas, Poltracking, Charta Politika, Indo Barometer, dan Indikator Politik Indonesia di Kompas.com Mulai Pukul 15.00

Karena Papua terlebih dulu menggelar Pemilu pada pukul 07.00 WIT, 2 jam lebih cepat dibanding Waktu Indonesia Barat, maka wilayah Papua akan melaporkan penghitungan suara terlebih dulu.

Berikut ini daftar lokasi 14 TPS yang diliput langsung oleh tim Kompas.com dan Litbang Kompas:

1. TPS 01 di Sota, Sota, Merauke, Papua (ujung timur)
2. TPS 12 di Nunukan Timur, Nunukan, Nunukan, Kalimantan Utara (ujung utara)
3. TPS 02 di Cot Bau, Sukajaya, Kota Sabang, Aceh (ujung barat)
4. TPS 02 di Mokdale, Lobalain, Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (ujung selatan)
5. TPS 123 di Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta (TPS Amien Rais)
6. TPS 15 di Panembahan, Kraton, Kota Yogyakarta (TPS Sri Sultan HB X)
7. TPS 38 di Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah (TPS keluarga Jokowi di Solo)
8. TPS 29 di Sumber, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah (TPS Posko BPN 02 di Solo)
9. TPS 08 di Gambir, Gambir, Jakarta Pusat (TPS Joko Widodo / Jokowi)
10. TPS 51 di Koja, Koja, Jakarta Utara (TPS Ma'ruf Amin)
11. TPS 02 di Selong, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (TPS Sandiaga Uno)
12. TPS 41 di Bojong Koneng, Babakan Madang, Bogor, Jawa Barat (TPS Prabowo Subianto)
13. TPS 43 di Hinekombe, Sentani, Kota Jayapura, Papua (TPS korban banjir Sentani)
14. TPS 16 di Petobo, Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (TPS korban gempa Palu)

Simak penghitungan suara secara langsung dari 14 TPS di bawah ini: 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penataan Kawasan Palagan Ambarawa Telan Anggaran Rp 45 Miliar

Penataan Kawasan Palagan Ambarawa Telan Anggaran Rp 45 Miliar

Regional
Tambah 3 dari Labuan Bajo, Total 130 Kasus Covid-19 di NTT

Tambah 3 dari Labuan Bajo, Total 130 Kasus Covid-19 di NTT

Regional
64 Kepala SMP Kompak Mundur, Trauma Pernah 2 Kali Diperiksa Kejaksaan

64 Kepala SMP Kompak Mundur, Trauma Pernah 2 Kali Diperiksa Kejaksaan

Regional
Menengok Dusun Wedani, Kampung Bibit yang Tetap Bergeliat di Tengah Pandemi Corona

Menengok Dusun Wedani, Kampung Bibit yang Tetap Bergeliat di Tengah Pandemi Corona

Regional
Koalisi Golkar-PAN Usung Dua Bupati di Pilkada Sulut 2020

Koalisi Golkar-PAN Usung Dua Bupati di Pilkada Sulut 2020

Regional
Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Tak Izinkan Istri Positif Covid-19 Diisolasi, Suami Yakini Penyakit Disebabkan Setan

Regional
Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Ratusan Babi di Ende Mati Diserang Flu Babi Afrika

Regional
64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

64 Kepala SMP di Riau Mundur, Disdik: Mereka Sudah Benar tapi Dianggap Tak Benar

Regional
Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Tangis Tobat Anak Pembunuh Ibu Kandung, Langsung Minta Buku Tuntunan Shalat

Regional
Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Ruwetnya Birokrasi Keuangan Negara untuk Layanan Kesehatan di Masa Pandemi

Regional
64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

64 Kepala SMP Mundur karena Diperas Penegak Hukum, Disdik Lapor Bupati

Regional
Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Tangis Risma di Pemakaman Kepala DP5A Surabaya: Terima Kasih Sudah Memberikan Semuanya

Regional
Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Anak Perempuannya yang Muncul Saat Webinar Disebut PSK, Dosen Uncen: Ini Pembunuhan Karakter

Regional
Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Positif Covid-19, Suami Pasien Sebut Istrinya Sakit karena Setan: Seperti Apa Corona, Saya Mau Tahu

Regional
'Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri'

"Saya Baru Dengar di Indonesia, Ada Seluruh Kepala SMP se-Kabupaten Mengundurkan Diri"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X