Bawaslu Demak Amankan Ratusan Amplop Berisi Uang yang Diduga untuk "Serangan Fajar"

Kompas.com - 16/04/2019, 23:45 WIB
Khoirul Saleh , Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Jawa Tengah  saat meminta konfirmasi kepada salah seorang yang diduga perangkat desa, terkait temuan ratusan amplop berisi uang di Balai Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak, Selasa (16/4/2019) Dokumentasi Bawaslu DemakKhoirul Saleh , Ketua Bawaslu Kabupaten Demak, Jawa Tengah saat meminta konfirmasi kepada salah seorang yang diduga perangkat desa, terkait temuan ratusan amplop berisi uang di Balai Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak, Selasa (16/4/2019)

DEMAK, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Demak, Jawa Tengah, mengamankan ratusan amplop berisi uang di Balai Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak, Selasa (16/4/2019).

Puluhan amplop itu disimpan di dalam kardus. Selain amplop, juga ditemukan poster kampanye salah satu caleg DPR berinisial LM dan caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah berinisial ZM. Keduanya caleg dari partai peserta Pemilu 2019.

Amplop berisi uang dan bahan kampanye itu diduga akan digunakan untuk “serangan fajar” pemilu.

“Ya, kami temukan poster dan amplop berisi uang berada dalam satu kardus,” kata Ketua Bawaslu Demak Khoirul Saleh, Selasa.

Baca juga: Dua Timses Caleg DPRD Kudus Terjaring OTT usai Bagi-bagi Uang

Hasil temuan Bawaslu Demak tersebut terdiri dari dua bundel amplop kecil yang totalnya sebanyak 146 amplop. Masing-masing amplop berisi uang pecahan Rp 30.000. Selain itu juga ditemukan enam amplop besar berisi uang Rp 150.000.

“Totalnya ada Rp 4 juta lebih,” ungkapnya.

Baca juga: Uang Rp 506,4 Juta Hasil OTT Diduga untuk Serangan Fajar ke 12 Wilayah di Riau

Khoirul menambahkan, temuan amplop uang tersebut bermula saat ia bersama komisioner lain melakukan pengawasan distribusi logistik ke sejumlah desa.

Saat masuk ke Balai Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak, rombongan Bawaslu Demak ditemui salah seorang yang diduga merupakan perangkat desa setempat.

"Saat kami masuk, dari luar terdengar suara orang bilang, 'Awas ada Bawaslu'," katanya.

Ucapan itu membuat rombongan Bawaslu Demak menaruh curiga. Kecurigaan itu ternyata benar karena di ruangan tersebut ada print kertas berisi bahan kampanye.

Saat ditanyakan kepada petugas desa tersebut, yang bersangkutan mengatakan tidak tahu.

Kecurigaan semakin kuat manakala orang yang diduga perangkat desa tersebut bergegas menurunkan kardus yang semula berada di atas meja ke bawah meja.

Setelah dicek, ternyata kardus tersebut berisi poster caleg DPRD Jateng dan DPR disertai amplop berisi uang.

“Amplop dan kertas bahan kampanye kami bawa ke kantor (Bawaslu Demak) sebagai barang bukti,” ujarnya.

Terkait temuan tersebut, Bawaslu Demak masih melakukan pengkajian dengan Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) untuk menentukan langkah lebih lanjut.

“Masih kami pelajari, apakah memenuhi unsur pidana atau tidak. Jika nanti terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana pemilu, pelaku dapat dijerat Pasal 523 dengan ancaman pidana 4 tahun serta denda maksimal Rp 48 juta,” ujarnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Regional
LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

Regional
Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Regional
PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

Regional
16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani 'Rapid Test'

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa 'Nyambi' Kerja

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja

Regional
Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Regional
Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X