Dua Timses Caleg DPRD Kudus Terjaring OTT usai Bagi-bagi Uang

Kompas.com - 16/04/2019, 21:21 WIB
‎Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus, Moh Wahibul Minan menunjukkan barang bukti uang yang diduga akan disebarkan AS dan AH saat jumpa pers di Bawaslu Kudus, Selasa (16/4/2019). KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO‎Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus, Moh Wahibul Minan menunjukkan barang bukti uang yang diduga akan disebarkan AS dan AH saat jumpa pers di Bawaslu Kudus, Selasa (16/4/2019).

KUDUS, KOMPAS.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap dua orang yang diduga terlibat dalam praktik "money politics" di wilayah hukumnya.

Ketua Bawaslu Kabupaten Kudus Moh Wahibul Minan menjelaskan, OTT menyasar dua orang tim sukses salah satu caleg DPRD Kudus Dapil IV meliputi Mejobo, Bae dan Undaan.

Giat OTT digelar pada Senin (15/4/2019) malam sekitar pukul 21.30 WIB di RT 5 RW 4 dan RT 7 RW 1, Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus.

"Kami mengamankan dua orang timses salah satu caleg DPRD Kudus dapil 4. Keduanya diduga melanggar tindak pidana pemilu, praktik politik uang," kata Minan saat jumpa pers di kantornya, Selasa (16/4/2019).

Baca juga: Terlibat Politik Uang, 2 Orang Tim Sukses di Kabupaten Nagekeo Dibekuk Warga

Berdasarkan data dari Bawaslu Kabupaten Kudus, kedua orang yang terjaring OTT, yakni AS (46) dan AH (50), keduanya warga Desa Temulus, Kecamatan Mejobo, Kudus. Menurut Minan, peran AS dan AH adalah bertugas membagikan uang dari salah satu caleg DPRD Dapil IV.

"Dari AS diamankan barang bukti berupa uang pecahan Rp 100.000 dengan jumlah total uang sebesar Rp 4,6 juta dan 198 kartu nama bergambar salah satu caleg DPRD Kudus dapil 4," ungkap Minan.

Sementara itu, sambung Minan, dari tangan AH diamankan barang bukti berupa uang pecahan Rp 100.000 dengan jumlah total mencapai Rp 5 juta serta barang bukti daftar nama-nama calon pemilih dan calon penerima uang.

"Kami telah melakukan investigasi bersama sentra Gakkumdu. AS dan AH diduga melakukan praktik politik uang atas suruhan dari salah satu caleg DPRD Kabupaten Kudus Dapil 4," kata Minan.

Dijelaskan Minan, sesuai hasil pemeriksaan, AS diketahui telah membagikan uang pecahan Rp 20.000 dan Rp 25.000 kepada 20 orang di desa tersebut. 

Sementara AH mengaku belum sempat membagi-bagikan uang, dan uang yang diberi oleh oknum caleg tersebut berada di dalam tas yang dibawanya.  

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Regional
LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

Regional
Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Regional
PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

Regional
16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani 'Rapid Test'

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa 'Nyambi' Kerja

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja

Regional
Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Regional
Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Polisi Selidiki Ambruknya Atap IGD Rumah Sakit Ciamis, Ambil Sampel dari TKP

Regional
Polisi Temukan 6 Bom Molotov Saat Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Makassar

Polisi Temukan 6 Bom Molotov Saat Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law di Makassar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X