Kronologi Temuan Mobil Berisi Uang Miliaran Rupiah di Lamongan

Kompas.com - 16/04/2019, 16:53 WIB
Ketua Bawaslu Lamongan, Miftahul Badar, saat memberikan keterangan kepada awak media. KOMPAS.com / HAMZAHKetua Bawaslu Lamongan, Miftahul Badar, saat memberikan keterangan kepada awak media.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Saat menggelar razia di sekitaran Jalan Raya Panglima Soedirman, Kecamatan Lamongan kota, Lamongan, pada Senin (15/4/2019) malam, pihak kepolisian mengamankan satu unit mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi S 1976 JT.

Pihak berwajib mengamankan mobil tersebut lantaran di dalamnya ditemukan uang tunai sebesar Rp 1,075 miliar dan atribut salah satu partai politik (parpol). Di dalam mobil tersebut terdapat dua orang.

"Semalam itu memang ada razia dari teman-teman kepolisian, kan ini semua pihak yang berwenang dan terkait sedang melaksanakan razia (hari tenang). Dalam razia itu didapati mobil yang membawa uang seperti yang disampaikan oleh Pak Kapolres dan juga atribut salah satu peserta pemilu tertentu," tutur Ketua Bawaslu Lamongan Miftahul Badar saat ditemui di kantor Bawaslu Lamongan, di Jalan Raya Tambakboyo, Kecamatan Tikung, Lamongan, Selasa (16/4/2019).

Baca juga: Polisi Lamongan Temukan 1 Mobil Berisi Uang Miliaran Rupiah dan Atribut Partai


Pihak kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Bawaslu Lamongan. Mobil tersebut lalu diamankan di Polres Lamongan. Sementara dua orang pengendaranya dimintai keterangan lebih lanjut.

"Sesuai koordinasi sebelumnya, kami memang bagi beberapa tim. Teman-teman kepolisian kebetulan memang razia di situ (sekitaran Jalan Raya Panglima Soedirman)," jelas dia.

Bawaslu Lamongan dan polisi masih mendalami temuan itu apakah masuk ranah pidana pemilu atau bukan.

"Mulai tadi malam hingga saat ini, kami masih dalam proses mendalami, jadi belum bisa mengambil kesimpulan. Sebab kami harus memintai keterangan dari pihak-pihak terkait," kata Miftahul Badar.

Baca juga: Bawaslu Ponorogo Amankan Rp 66 juta Diduga untuk Politik Uang Pileg 2019

Kapolres Lamongan AKBP Feby DP Hutagalung mengakui memang membutuhkan waktu untuk memutuskan kesimpulan terkait temuan, apakah masuk kategori pelanggaran atau bukan.

"Kasih kami waktu untuk mendalami kasus ini," tutur Kapolres Lamongan, AKBP Feby DP Hutagalung.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X