Kasus Mayat Dalam Koper, Kepala Korban yang Dimutilasi Dibungkus Kardus Bekas Mie Instan

Kompas.com - 16/04/2019, 11:18 WIB
Tersangka AS (tengah), satu daru dua pelaku pembunuhan mayat dalam koper di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019). KOMPAS.com/ACHMAD FAIZAL Tersangka AS (tengah), satu daru dua pelaku pembunuhan mayat dalam koper di Mapolda Jatim, Senin (15/4/2019).


SURABAYA, KOMPAS.com - Aris Sugianto dan Azis Prakoso, pelaku pembunuhan mayat dalam koper diamankan polisi pekan lalu. Kepada polisi, keduanya menceritakan bagaimana mereka membuang 2 bagian tubuh korbannya.

Kanit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Leonard Sinambela mengatakan, 2 bagian tubuh Budi Hartanto dibuang di lokasi berbeda dengan bungkus yang berbeda pula.

"Jika tubuhnya dibungkus koper, bagian kepala korban dimasukkan dalam kardus mie instan setelah dibungkus tas plastik," kata Leonard, Selasa (16/4/2019).

Baca juga: Kasus Mayat Dalam Koper, Polisi Ungkap Kedekatan Pelaku dan Korban

Di dalam bungkusan kardus itu juga, lanjut Leonard, pelaku juga membuang kain yang digunakan untuk membersihkan darah di lantai warung dan di tubuh korban.

"Jadi jelas sekali jika pelaku berupaya menghilangkan jejak pembunuhan," ujar dia.

Dua bagian tubuh lalu dibuang di lokasi berbeda dengan mengendarai motor pelaku. Koper berisi tubuh korban dibuang di bawah Jembatan Karang Gondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, sementara bagian kepala korban dibuang di pintu air Sungai Ploso Kerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Kedua lokasi berjarak sekitar 5 hingga 6 kilometer. Dalam upaya menghilangkan jejak, Aris juga membakar barang-barang milik korban seperti tas, pakaian, dompet, dan kartu identitas.

Baca juga: Polisi Dalami Fakta Pembunuhan Berencana di Kasus Mayat Dalam Koper

Sementara, motor milik korban disimpan di rumah pelaku Aris, dan ponsel serta plat nomer kendaraan korban disimpan di rumah Azis.

Saat ini, kedua pelaku masih ditahan di Mapolda Jawa Timur. Keduanya dijerat Pasal 338 juncto Pasal 365 Ayat 3 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Polisi masih mendalami motif kemungkinan pembunuhan berencana dalam kasus tersebut. 



Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X