Ikan “Bertato” Jokowi dan Prabowo Dibanderol Seharga Motor Baru, Ini Alasan Pemiliknya

Kompas.com - 16/04/2019, 10:01 WIB
Ikan bawal bertato Prabowo ditunjukkan pemiliknya Ahmad Munajat (55), warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah  Kompas.com/Fadlan MukhtarIkan bawal bertato Prabowo ditunjukkan pemiliknya Ahmad Munajat (55), warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah


BANYUMAS, KOMPAS.com - Harga ikan bawal di pasaran pada umumnya dijual dengan harga puluhan ribu untuk setiap kilogramnya.

Namun ikan bawal “bertato” pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dibanderol seharga sepeda motor baru atau setara Rp 20 juta.

Pemiliknya, Ahmad Munajat (55), warga Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menilai harga yang ditawarkan sepadan dengan nilai ikan tersebut, karena tidak semua orang bisa membuat ornamen atau hiasan pada ikan.

“Kalau ada yang mau ya silakan, saya hargai Rp 20 juta, ya seharga motor baru lah. Kalau ada yang tanya-tanya ya silahkan,” kata Munajat ketika ditanya banderol empat buah ikan bawal bertuliskan, Jokowi, Ma’ruf, Prabowo dan Sandiaga seukuran telapak tangan orang dewasa ini.

Baca juga: Ikan Ditato Nama Capres-Cawapres, Ini Pesan yang Ingin Disampaikan Pemiliknya

Apabila ada tim sukses atau pendukung salah satu capres, lanjut Munajat, dipersilahkan untuk membelinya sebagai hiasan atau kenang-kenangan. Tato pada tubuh ikan tersebut bersifat permanen, sehingga tidak akan terhapus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sampai sejauh ini belum ada yang menawar ke saya. Tulisan ini enggak bisa hilang, kalau ikannya semakin besar, tulisannya juga akan semakin besar. Ini yang unik, tidak semua orang bisa membuat,” kata pria yang kesehariannya melakukan pembenihan ikan ini.

Munajat mencontohkan beberapa ikan bawal yang ditato nama-nama kandidat pilkada DKI 2017 lalu.

Ikan-ikan tersebut kini masih tetap hidup dan berkembang di salah satu kolam berukuran besar miliknya dengan berat masing-masing lebih lebih dari 3 kg.

“Intinya saya (membuat tulisan pada ikan karena) senang, makanya tek uri-uri (dilestarikan). Sayangnya di Indonesia kurang menghargai seni,” ujar Munajat.

Baca juga: Tetap Menikah meski Beda Pilihan Politik, Pasangan Ini Pajang Logo Capres 01 dan 02

Munajat memilih ikan bawal sebagai media untuk mengekspresikan seni, karena relatif lebih mudah dibanding jenis ikan lainnya. Ikan bawal memiliki karakteristik sisik yang lembut, sehingga lebih mudah dibentuk tulisan sesuai dengan keinginannya.

Tulisan pada ikan dibuat dengan cairan khusus yang terbut dari bahan-bahan herbal. Cairan dioleskan pada tubuh ikan sesuai tulisan yang diinginkan. Tubuh ikan yang terkena cairan akan menjadi semacam luka.

Dalam waktu satu minggu hingga 10 hari luka akan mengering dan tulisan akan terlihat jelas.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.