Bawaslu Padang Kerahkan 2.694 Petugas Awasi "Serangan Fajar" Jelang Hari Pencoblosan

Kompas.com - 15/04/2019, 22:54 WIB
Ketua Bawaslu Padang Dorri Putra Kompas.com/PERDANA PUTRAKetua Bawaslu Padang Dorri Putra

PADANG, Kompas.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Padang, Sumatera Barat mengerahkan 2.694 petugas untuk mengawasi praktik politik uang "serangan fajar" jelang pencoblosan pada 17 April.

Ketua Bawaslu Padang Dorri Putra mengatakan, 2.649 personil tersebut terdiri dari 2.457 orang Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS), 104 pengawas Pemilu Lapangan (PPL), 33 Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) dan 100 sekretariat Bawaslu Padang.

"Semua personil ini kita kerahkan mengawasi praktik serangan fajar sejak masa tenang kampanye," kata Dorri kepada Kompas.com, di Padang, Sumatera Barat, Senin (15/4/2019).

Baca juga: Bawaslu Banyak Temukan Dugaan Politik Uang pada Pelanggaran Pemilu di Makassar

Dorri menyebutkan, ribuan petugas itu bersiaga selama 24 jam dengan melakukan patroli.

Pihaknya, kata Dorri bergerilya mengawasi pelanggaran pemilu yang berpotensi terjadi jelang pencoblosan.

Bawaslu Padang mengingatkan agar caleg dan timnya tidak berbuat ceroboh dengan melakukan pelanggaran karena Bawaslu memastikan akan memproses setiap pelanggaran yang terjadi.

"Jangan coba-coba melakukan pelanggaran, karena kami telah menyebarkan personil di tengah masyarakat. Di setiap TPS ada PTPS yang melakukan pengawasan, kemudian ada PPL, Panwascam dan Bawaslu Padang sendiri," jelasnya.

Baca juga: Masuk Potensi Pelanggaran Tertinggi, Bawasalu Banyumas Dirikan 359 Posko

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hitam Merah Kota Surabaya

Hitam Merah Kota Surabaya

Regional
PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

Regional
Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Regional
Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Regional
Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Regional
Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Regional
'Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak'

"Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak"

Regional
Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Regional
Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Regional
Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Regional
Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Regional
Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

Regional
Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X