Kompas.com - 15/04/2019, 19:55 WIB
Petugas BBKSDA Sumut memberikan air kepada burung-burung dilindungi yang berhasil diamankan oleh Petugas Bea dan Cukai Belawan  dari aksi penyelundupan menggunakan kapal. KOMPAS.com/DEWANTOROPetugas BBKSDA Sumut memberikan air kepada burung-burung dilindungi yang berhasil diamankan oleh Petugas Bea dan Cukai Belawan dari aksi penyelundupan menggunakan kapal.

MEDAN, KOMPAS.com - 28 ekor burung asal Pulau Buru diamankan petugas dari ruangan kosong di dinding kamar tidur ABK tongkang yang ditarik Tug Boat (TB) Kenari Djaja dengan rute Pulau Buru Ambon - Belawan.

Penyelundupan digagalkan oleh tim patroli laut Kantor Pengawasan, Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean Belawan menggunakan kapal patroli BC 15035 pada Sabtu malam (13/4/2019), saat TB Kenari Djaja sedang menarik tongkang bermuatan kayu log sebanyak 1.029 batang di perairan Belawan.

Kepala KPP Bea Cukai Belawan Haryo Limanseto saat konferensi pers di lantai 3 Kantor Bea dan Cukai Belawan, Senin (15/4/2019) mengatakan, di kapal tersebut ditemukan sejumlah satwa burung yang dilindungi yang disembunyikan di ruangan kosong di dinding kamar tidur ABK atau disebut modus false concealmert.

Baca juga: Dijualbelikan, 74 Burung Endemik Maluku Disita dari Warga Pulau Seram

28 ekor burung yang diamankan terdiri dari 23 ekor burung nuri ambon (Alisterus amboinensis), empat ekor burung kakak tua jambul kuning (Cacatua sulphurea) dan satu ekor burung nuri kepala hitam (Lorius lory).

Tidak hanya burung dilindungi yang diamankan. Pihak Bea Cukai Belawan juga mengamankan sembilan ABK.

Haryo menambahkan, Bea Cukai Belawan sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) dan Balai Besar Karantina Pertanian Belawan dengan menyerahkan barang bukti tersebut untuk diproses lebih lanjut sesuai kewenangan dan perundangan-perundangan.

Menurutnya secara ekonomis, ketiga jenis burung ini tidak dapat dinilai secara materi karena burung-burung asal Pulau Buru tersebut tidak layak diperdagangkan.

"Kerugian imateriel yang paling besar dan tidak ternilai adalah musnahnya kelangsungan hidup satwa-satwa liar asli yang hidup di Indonesia yang semestinya kita lindungi dan kita jaga kelestariannya untuk generasi penerus bangsa," tambahnya.

Terkait dengan ribuan kayu gelondongan tersebut, Haryo mengatakan jika kayi tersebut merupakan pesanan dari industri kayu di Sumatera Utara dan sudah mengantongi dokumen dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga: Belasan Burung Jalak Putih Dilepas di Tahura Raden Soerjo Mojokerto

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Belawan Bambang Haryanto, mengatakan pihaknya memeriksa kesehatan burung.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.