Peringati 100 Hari Kasus Penusukan Siswi SMK Bogor, Warga Desak Polisi Tangkap Pelaku

Kompas.com - 15/04/2019, 17:31 WIB
Sejumlah masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga di lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), di sebuah gang di Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor, Senin (15/4/2019). KOMPAS.com / RAMDHAN TRIYADI BEMPAHSejumlah masyarakat menggelar doa bersama dan tabur bunga di lokasi penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), di sebuah gang di Jalan Riau, Baranangsiang, Kota Bogor, Senin (15/4/2019).

BOGOR, KOMPAS.com - Warga menggelar aksi simpatik pasca-100 kasus penusukan Andriana Yubelia Noven Cahya (18), siswi SMK Baranangsiang, Kota Bogor, oleh orang tidak dikenal.

Sejumlah masyarakat dari berbagai daerah seperti Bekasi, Sukabumi, Parung, Cibinong, dan Leuwiliang, melakukan aksi simpatik dengan menggelar doa dan tabur bunga di gang tempat siswi SMK itu tewas ditusuk. 

Aksi itu sebagai bentuk desakan warga agar pihak kepolisian mengusut kasus pembunuhan siswi tersebut. Hingga saat ini, kasus pembunuhan tersebut masih belum terungkap.

"Kita di sini mengadakan doa bersama untuk 100 harinya Noven. Yang datang ke sini adalah masyarakat yang tergabung dalam grup WhatsApp Help Noven," kata Erna Hasanah, warga Bekasi, di lokasi, Senin (15/4/2019).
Baca juga: Dalam Sebulan, FBI Janji Selesaikan Identifikasi Rekaman Penusukan Siswi SMK di Bogor

Erna bersama masyarakat lainnya yang tergabung dalam grup WA "Help Noven" berharap kasus tersebut dapat terungkap dan pelakunya segera ditangkap. Sebab, sudah lebih dari tiga bulan pelakunya masih bebas berkeliaran.

Erna menuturkan, akan terus memantau perkembangan kasus Noven melalui pemberitaan di media, termasuk mencari info dari teman-teman korban.

"Memang selama ini kita masih bersabar. Infonya kan kasus ini dilanjut sehabis pilpres, ya. Mudah-mudahan juga dari rekaman CCTV yang udah dikasih ke FBI itu ada titik terangnya. Intinya, jangan sampai kasus ini tenggelam," ungkapnya.

Baca juga: Ungkap Kasus Penusukan Siswi SMK di Bogor, Polisi Minta Bantuan FBI

Sebelumnya, Kepolisian Resor Bogor Kota menunda sementara penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Noven hingga Pemilu 2019 berakhir.

Kepala Polres Bogor Kota Komisaris Besar Hendri Fiuser mengatakan, hal itu dilakukan sebab jajarannya masih fokus melakukan pengamanan jelang Pemilu pada 17 April  yang menyisakan dua hari lagi.

"Nanti setelah pilpres kita evaluasi lagi," kata Hendri.

Hendri menambahkan, kepolisian juga masih menunggu hasil pengembangan dari barang bukti rekaman CCTV yang sudah diserahkan kepada pihak FBI, beberapa waktu lalu.

Kata Hendri, butuh waktu sekitar satu bulan bagi FBI untuk mempelajari, menganalisis, dan mengidentifikasi pelaku penusukan.

"Sambil menunggu hasil dari FBI seperti apa, kendalanya di mana. Kita tunggu hasilnya, kita sudah kirim mereka sedang proses," sebut.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

Regional
Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Regional
Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Regional
Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Regional
Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Regional
Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Regional
Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Jelang PSBB Tahap III Berakhir, Pasien Sembuh dari Covid-19 Terus Bertambah di Gresik

Regional
Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Terungkap, Motif Pembunuhan PSK Online di Hotel di Sleman

Regional
Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Berusia 84 Tahun, Nenek Ini Jadi Pasien Tertua yang Sembuh dari Covid-19 di Ambon

Regional
Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Ayah Perkosa Anak Gadisnya hingga Hamil, Modus Cek Keperawanan, Terungkap setelah Melapor ke Ibu

Regional
Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Seorang Ibu Tewas Ditusuk Tetangga, Diduga Persoalan Batas Tanah

Regional
Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Remaja 19 Tahun Jadi Tersangka, Jual 167 Ekor Burung Cucak Hijau yang Dilindungi

Regional
Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Risma Blusukan ke RS Temui Cleaning Service hingga Tenaga Medis, Ini yang Dilakukan

Regional
Klaster Jemaat HOG di Batam Bertambah, Satu Keluarga Terjangkit Corona

Klaster Jemaat HOG di Batam Bertambah, Satu Keluarga Terjangkit Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X