Fakta Mayat Guru Honorer Dalam Koper, Warga Dengar Jeritan hingga Polisi Tembak Kaki Pelaku

Kompas.com - 15/04/2019, 11:32 WIB
Suasana rumah sekaligus kontrakan tersangka AS yang diduga tempat eksekusi dan mutilasi korban Budi Hartanto (28) di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM Suasana rumah sekaligus kontrakan tersangka AS yang diduga tempat eksekusi dan mutilasi korban Budi Hartanto (28) di Desa Sambi, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

KOMPAS.com - Kisah pembunuhan sadis yang dilakukan AP dan AJ terhadap Budi Hartanto (28), seorang guru honorer asal Kediri, mulai terungkap.

Salah satunya pengakuan warga yang mendengar jeritan dari warung kopi di Jalan Surya, Kecamatan Ringinharjo, Kediri, yang menjadi lokasi pembunuhan Budi Hartanto.  

Warga pun terkejut setelah mengetahui salah satu penghuni warung kopi tersebut ditangkap polisi karena diduga telah membunuh guru tari tersebut. 

Seperti diketahui, AP dan AJ menghabisi nyawa Budi di warung tersebut dan memutilasi kepala korban. Setelah itu, jasad korban dimasukan dalam sebuah koper dan dibuang ke sungai.

Kepala korban pun dibuang di lokasi lain dan baru ditemukan polisi 10 hari sejak kasus tersebut terungkap.

Berikut ini fakta lengkap kasus pembunuhan Budi Hartanto:

1. Warga mendengar suara jeritan dari warung kopi

IlustrasiWWW.PEXELS.COM Ilustrasi

Berdasar keterangan polisi, lokasi eksekusi pembunuhan itu terjadi di sebuah warung kopi sekaligus rumah yang dikontrak oleh tersangka AP di Jalan Surya, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.

Menurut keterangan Sujilah, yang tinggal di sebelah warung, pada hari 3 April 2019 malam dirinya mendengar suara teriakan kesakitan dari dalam warung tersebut.

Namun, Sujilah mengaku, tidak tahu apa yang terjadi karena tidak begitu mengenal tetangga baru tersebut.

"Aku enggak tahu dia siapa," ujar Sujilah.

Sujilah saat itu hanya mengatakan, tetangganya itu adalah seorang pemuda dan ada beberapa pemuda lainnya yang juga datang ke rumah itu.

Baca Juga: Teriakan Sempat Terdengar dari Warung Tempat Eksekusi Mayat dalam Koper

Page:


Terkini Lainnya

Habis Pemilu, Terbitlah Tudingan Curang...

Habis Pemilu, Terbitlah Tudingan Curang...

Nasional
Pernyataan 'People Power' Eggi Sudjana yang Berakhir dalam Laporan di Kepolisian

Pernyataan "People Power" Eggi Sudjana yang Berakhir dalam Laporan di Kepolisian

Megapolitan
Putin Mudahkan Pengurusan Paspor Rusia untuk Separatis Ukraina

Putin Mudahkan Pengurusan Paspor Rusia untuk Separatis Ukraina

Internasional
Napi di Jayapura Kabur Gunakan Kain Sarung, 9 Ditangkap dan 1 Buron

Napi di Jayapura Kabur Gunakan Kain Sarung, 9 Ditangkap dan 1 Buron

Regional
Sosiolog hingga Ahli Bahasa Akan Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet

Sosiolog hingga Ahli Bahasa Akan Bersaksi di Sidang Ratna Sarumpaet

Megapolitan
[POPULER NUSANTARA] KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya | Kisah Noldus, Penyandang Disabilitas Nyaleg dengan Modal Rp 10 Juta

[POPULER NUSANTARA] KPK Periksa Wali Kota Tasikmalaya | Kisah Noldus, Penyandang Disabilitas Nyaleg dengan Modal Rp 10 Juta

Regional
PDI-P Sebut Cucu Bung Karno Borong Suara di Dapil Jatim 1

PDI-P Sebut Cucu Bung Karno Borong Suara di Dapil Jatim 1

Regional
Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Viral, Penumpang Wanita Alami Pelecehan Seksual Saat Naik Kereta Jakarta-Surabaya

Megapolitan
Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Rumah Diterjang Banjir Rob, 37 Warga Karawang Mengungsi

Regional
Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Migran Balita Ditemukan Menangis Sendirian di Ladang Jagung Texas

Internasional
KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan

Close Ads X