Jelang Hari Pencoblosan, 46.000 Warga Makassar Belum Lakukan Perekaman E-KTP

Kompas.com - 13/04/2019, 17:51 WIB
Petugas Ditjen Pemasyarakatan melakukan perekaman data e-KTP atau KTP elektronik bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Kamis (17/1/2019). Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan perekaman data dan pencetakan KTP elektronik secara serentak di Lapas dan Rutan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 agar warga binaan tak kehilangan hak pilihnya. ANTARA FOTO/INDRIANTO EKO SUWARSPetugas Ditjen Pemasyarakatan melakukan perekaman data e-KTP atau KTP elektronik bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, Kamis (17/1/2019). Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan perekaman data dan pencetakan KTP elektronik secara serentak di Lapas dan Rutan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 agar warga binaan tak kehilangan hak pilihnya.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Makassar merilis jumlah warga yang belum melakukan perekaman e-KTP sebagai syarat untuk menggunakan hak suara pada hari pencoblosan 17 April mendatang.

Kepala Dispendukcapil Makassar Aryati Puspasari menyebut ada 46.000 penduduk Kota Makassar yang belum melakukan perekaman e-KTP. Ini berarti mereka terancam tidak bisa menyalurkan hak suaranya pada hari pencoblosan nanti.

Puspasari pun mengimbau untuk segera melakukan perekaman e-KTP yang bisa dilakukan di kantor kecamatan sebelum 17 April mendatang.

“Silakan, perekaman data e-KTP bisa dilakukan di kantor kecamatan masing-masing sesuai domisili,” ajak Puspasari, Sabtu (13/4/2019).

Baca juga: Perekaman E-KTP 98 Persen, Kemendagri Harap Tingkat Partisipasi Pemilu Lebihi Target

Jumlah 46.000 ini merupakan selisih dari 988.000 jumlah warga yang tergolong wajib memiliki identitas resmi berupa e-KTP dengan 941.000 jumlah warga yang telah melakukan perekaman. Data ini dikeluarkan per 5 April 2019 lalu.

Demi mempermudah warga agar mendapatkan e-KTP, Disdukcapil tidak menyertakan syarat-syarat tertentu seperti persyaratan soal administrasi melalui RT/RW.

"Jika sebelumnya pemohon harus menyertakan surat pengantar dari RT/RW, sekarang tidak lagi. Warga yang ingin merekam data (e-KTP) cukup datang ke kantor kecamatan dengan melampirkan kartu keluarga dan akta kelahiran. Karena di kantor (Dispendukcapil) sudah tidak bisa melakukan perekaman," jelasnya.

Imbauan perekaman e-KTP ini kembali didengungkan usai Pemkot Makassar tidak lagi menerbitkan Surat Keterangan (Suket) sebagai tanda warga telah merekam data e-KTP. Hak ini dikarenakan pemerintah telah menerima blangko cetakan.

"Saat ini Makassar telah menerima blangko cetakan dari pemerintah pusat. Pencetakan e-KTP bisa dilakukan sewaktu-waktu. Sehingga suket tidak lagi dibutuhkan," pungkasnya.

Proses pengambilan cetakan e-KTP juga terbilang mudah dan langsung bisa diambil sehari setelah melakukan perekaman data kependudukan. Tentu setelah warga diberi resi yang nantinya digunakan untuk mengambil cetakan e-KTP.

Pemkot Makassar membagi dua lokasi yakni Zona Timur dan Barat untuk mengambil cetakan e-KTP ini. Zona Timur meliputi Kecamatan Biringkanaya, Rappocini, Tamalate, Panakkukang, Manggala, dan Tamalanrea yang berpusat di Kantor Dispendukcapil Makassar di Jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Sementara untuk Zona Barat meliputi wilayah Kecamatan Bontoala, Wajo, Makassar, Tallo, Ujung Pandang, Mariso, Ujung Tanah, Mamajang, dan Tallo dan dipusatkan di Kantor PTSP Balai Kota yang berada di Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Puslabfor Dilibatkan Usut Penyebab Kebakaran Kantor Desa Neglasari

Regional
Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Ketua Komunitas Gay Tulungagung Ditangkap karena Cabuli 11 Anak

Regional
Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Guru Dilaporkan ke Polisi karena Diduga Pukul Murid Pakai Besi

Regional
Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Modal Tiner dan Printer, Pelaku Pemalsuan SIM di Palembang Ditangkap

Regional
6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

6 Jam Menghilang, Seorang Nenek Ditemukan Tewas Mengambang di Sungai:

Regional
Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Pesan Jokowi untuk Gubernur NTT dan Bupati Manggarai Barat Mengenai Tanah Sengketa di Labuan Bajo

Regional
Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Protes, Pedagang Pasar Pagi di Tegal Sebut Penarikan Biaya Ganda Sewa dan Retribusi Langgar Aturan

Regional
Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Cegah Antraks di Gunungkidul, Pemda Akan Bangun Kolam dan Shower di Pasar Hewan

Regional
Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Bakar Lahan, Oknum Karyawan PTPN V di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Antisipasi Kekerasan, Sekolah Ramah Anak Dirintis di 10 SMP

Regional
Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Kronologi Ibu Jual Bayi yang Baru Dilahirkan di Palembang

Regional
Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Warga Positif Antraks, Sri Sultan: Saya Mohon Orang Gunungkidul Hati-hati Lah

Regional
Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Hendak Tawuran di Pantura, Puluhan Pelajar SMP Diamankan, Polisi Temukan Puluhan Batu

Regional
Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Mahasiswa Jember Tewas Membusuk di Kamar Kos, Sempat Telepon Ibu

Regional
Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Ragukan Hak Angket, Komunikasi DPRD dan Bupati Jember Semakin Buntu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X