KILAS DAERAH

Ridwan Kamil Ajak Media Beri Pendewasaan kepada Masyarakat

Kompas.com - 13/04/2019, 00:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam kegiatan Forum Pimpinan Redaksi di Nara Park, Kota Bandung, Jumat (12/4/2019). KOMPAS.comGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat hadir dalam kegiatan Forum Pimpinan Redaksi di Nara Park, Kota Bandung, Jumat (12/4/2019).
Editor Latief

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengajak media ikut mendewasakan masyarakat dalam mengolah informasi di era digital yang belakangan dipenuhi dengan kabar sumir, berita rekayasa, hoaks, serta informasi bersifat fitnah.

Menurut pria yang akrab disapa Emil itu media sangat berperan penting sebagai penyaring di tengah derasnya arus informasi yang kerap membuat masyarakat resah.

Emil mengatakan, warga Jabar merupakan kelompok pengonsumsi media yang sangat tinggi. Untuk itulah, jika tidak ada filter yang bagus cenderung akan sangat mudah mempercayai berita bohong atau hoaks.

Dia menilai, hoaks merupakan sisi gelap sebuah informasi yang harus ditangkal melalui kerja sama antara pemerintah dengan media.

"Saya resah karena berita hoaks yang dikonsumsi publik banyak sekali dan kita sulit membendungnya. Jadi, media ini harus ikut terlibat mendewasakan masyarakat Jawa Barat dalam mengolah informasi," kata Emil saat bertemu para pemimpin redaksi media Jawa Barat di Nara Park, Kota Bandung, Jumat (12/4/19).

Terlebih saat ini bertepatan dengan momentum Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif 2019. Emil berharap informasi atau isu sensitif yang berpotensi memunculkan multipersepsi dan keresahan di masyarakat disikapi dengan bijak oleh media.

"Karena kita harus jaga betul transisi kekuasaan ini supaya aman, damai, lancar sebagai syarat kita melanjutkan pembangunan," tuturnya.

Emil berpandangan bahwa media punya tanggung jawab moral menyampaikan informasi yang benar dengan dukungan teknologi informasi yang makin berkembang saat ini. Terlebih masyarakat Indonesia yang mempunyai budaya ngobrol dan sharing dengan indeks literasinya yang rendah.

Karena itulah, Emil meminta media teliti dalam menulis isi dan memilih diksi yang tepat untuk judul berita. Menurut dia, dampak negatif dan positif pemberitaan perlu diperhitungkan dengan matang.

"Hanya dari judul, cara memilih kata. Kenapa? Tidak dibaca isinya, yang dibaca hanya judulnya. Itulah kita hari ini. Jadi, peran pemimpin redaksi sekarang, kalau saya boleh kasih masukan, menulis judul pun betul-betul harus hati-hati. Mohon dihitung dampak positif dan negatif dari cara memilah kata," tambahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

119 Pasien Sembuh dari Covid-19 di Bali, Tertinggi di Denpasar

Regional
Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Sanksi Denda Tak Efektif Tekan Pelanggar Protokol Kesehatan di Wonogiri

Regional
Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Tentukan Struktur Bangunan, Ekskavasi Situs Pataan Dilanjutkan

Regional
Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Perjalanan Bupati Berau Terkonfirmasi dari Positif Covid-19 hingga Meninggal Dunia

Regional
Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Arisan RT Jadi Klaster Baru Covid-19 di Kulon Progo, Melebar ke Pasar Tradisional

Regional
Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Begal Bermodus Lempar Sambal ke Wajah Korban, Sasarannya Driver Ojol

Regional
Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Pemkab Karawang Siapkan Sanksi bagi Perusahaan yang Lalai Terapkan Protokol Kesehatan

Regional
11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

11 Ibu Hamil Positif Covid-19 Tanpa Gejala Diisolasi di Rusunawa Bener Yogyakarta

Regional
21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

21 Tenaga Medis Positif Covid-19, 4 Fasilitas Kesehatan di Manokwari Ditutup

Regional
Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Pria Ini Culik Bayi Kekasihnya gegara Gagal Menikah, Lari dari Jambi Tertangkap di Jakarta

Regional
Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Ini Motif Pelaku Tabrak Gerbang Mapolresta Tasikmalaya dan Berupaya Rebut Senjata Petugas

Regional
Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Pilkada Kabupaten Malang, Seorang Bakal Calon dari Jalur Independen Positif Covid-19

Regional
Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Terlilit Pinjaman Online, Kepala Toko Alfamart Nekat Bobol Brankas Sendiri

Regional
Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Pemilik Showroom Motor Diculik, Uang di ATM Rp 30 Juta Dikuras

Regional
Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Gubernur Kalbar: Saya Akan Tetap Sanksi Maskapai Sekalipun Ditegur Menteri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X