Kata Kemenag Jabar soal Bandara Kertajati Jadi Embarkasi Haji

Kompas.com - 12/04/2019, 19:51 WIB
Bandara Kertajati Dokumentasi Humas BIJBBandara Kertajati

BANDUNG, KOMPAS.com - Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat angkat suara soal keinginan Pemprov Jabar yang ingin menjadikan Bandara Kertajati sebagai embarkasi keberangkatan calon haji 2019.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jabar Azam Mustazam mengaku sudah mengetahui rencana tersebut. Ia pun mendukung penuh rencana itu.

"Memang betul kalau Pak Gubernur (Ridwan Kamil) bahwa Bandara Kertajati ingin bisa dimaksimalkan untuk melayani Haji. Kami sepakat dan mendukung sangat mendukung sekali," saat dihubungi wartawan, Jumat (12/4/2019).

Meski demikian, kata Azam, pihaknya tetap dalam koridor instruksi pusat sebagai pengambil keputusan. Sebab, hal ini berkaitan dengan koordinasi otoritas Bandara di Mekkah atau Jedah.

Baca juga: Pemprov Jabar Siap Berangkatkan Haji dari Bandara Kertajati Majalengka

 

Selain itu, ada pula koordinasi lintas kementerian saat para jemaah haji itu harus diberangkatkan. Dari mulai urusan kesehatan hingga kesiapan dokumen yang biasanya dilakukan sebelum tiba di bandara.

"Jadi pemberangkatan haji enggak kaya umrah. Jumlahnya juga banyak dan masif, sehari bisa tiga kloter dengan 1.230 jemaah dan 6 petugas di setiap kloternya. Tapi saya memang masih berharap di Kertajati," tutur Azam.

Seperti diketahui, Bandara Kertajati, Majalengka, diproyeksikan bisa memberangkatkan jemaah haji tahun ini. Pemprov Jabar meminta lantai dua bandara diubah fungsinya sementara menjadi asrama haji. Kertajati ditargetkan mampu memberangkatkan sekitar 38.582 calon jamaah haji asal Jawa Barat.

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bupati Majalengka agar turut membantu perizinan embarkasi sementara. Pihaknya juga sudah meminta agar direksi PT BIJB melakukan pemetaan termasuk rencana pendanaannya.

“Dalam beberapa hari saya sudah dapat materi koordinasinya. Bupati Majalengka sendiri mendukung penerbangan haji di Kertajati," kata Iwa.

Menurutnya, dari hasil pemetaan itu, PT BIJB bisa memperkirakan berapa jumlah kloter yang bisa dilayani di asrama haji sementara serta biaya mengubah lantai atas Bandara Kertajati menjadi asrama.

"Nanti dari hasil koordinasi baru bisa ditentukan berapa kloter,” katanya.

Baca juga: Ridwan Kamil Sebut Bandara Kertajati Sepi karena Kendala Akses

Iwa sendiri berharap jika tak seluruhnya penerbangan dari Jawa Barat, maka embarkasi sementara ini bisa melayani jemaah haji yang berasal dari wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan.

"Tapi kita harapkan seoptimal mungkin. Untuk embarkasi sementara sehingga efisien dan efektif. Setelah siap, kita laporkan supaya penerbangan haji ini (dilaksanakan) apalagi sekarang runway sudah 3 klometer. Jadi sudah gak ada alasan lagi," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Kasus Aktif Covid-19 Tersisa 41 Orang, Wali Kota Malang Minta Masyarakat Tak Terlena

Regional
LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

LBH Ansor Pati Ikut Polisikan Gus Nur yang Dianggap Menghina NU

Regional
Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Satgas Covid-19 Papua: 3.359 Pasien Positif Covid-19 Masih Dirawat

Regional
PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

PDI-P Pecat Kadernya yang Maju Pilkada Demak Lewat Partai Lain

Regional
16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani 'Rapid Test'

16.000 Petugas KPPS di Kota Makassar Bakal Jalani "Rapid Test"

Regional
Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa 'Nyambi' Kerja

Siswa Kelas Virtual di Jateng Masih Bisa "Nyambi" Kerja

Regional
Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Nakes dan Petugas Lapangan Jadi Prioritas Pemberian Vaksin Covid-19 di Jateng

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X