Saling Klaim Kubu Jokowi dan Prabowo soal Dukungan Warga NU di Jatim

Kompas.com - 12/04/2019, 19:00 WIB
Dua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Maruf Amin saat acara pengambilan nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018). KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMODua pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dan Joko Widodo-Maruf Amin saat acara pengambilan nomor urut di Kantor Komisi Pemilihan Umum, Jakarta, Jumat (21/9/2018).

Frederik mengatakan, dalam rentang waktu pencoblosan yang tinggal hitungan hari ini akan sulit bagi Prabowo-Sandiaga menyalip Jokowi-Ma'ruf Amin di Jawa Timur.

“Agak berat bagi 02 di Jawa Timur untuk menyalip perolehan 01. Agak susah. Kalah tipis, selisih, mungkin bisa saja," kata dia, kepada Kompas.com, Senin (8/4/2019).

Sementara itu, pengamat politik yang juga Ketua Program Studi Magister Ilmu Sosial Universitas Brawijaya (UB), Wawan Sobari, memperkirakan, tingkat keterpilihan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur cenderung naik dibandingkan pada Pilpres 2014.

Pada Pilpres 2014, Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih 53,17 persen suara di Jawa Timur.

Adapun Prabowo Subianto yang berpasangan dengan Hatta Rajasa memperoleh 46,38 persen. Tipis.

Kondisi itu diperkirakan bakal berbeda dengan gelaran Pilpres 2019.

Setidaknya, data survei Litbang Kompas pada 22 Februari-5 Maret 2019 menakar elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur mencapai 57,1 persen dan Prabowo-Sandi 27,8 persen.

Baca juga: PWNU Jatim Tak Rela Dunia Akhirat Bendera NU Dipakai Sandiaga Kampanye

Jawa Timur sebagai basis NU diyakini sebagai faktor yang menyumbang peningkatan elektabilitas untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf.

Ini terkait sosok Ma'ruf yang lekat dengan NU, berbeda dengan Jusuf Kalla yang menjadi pasangan Jokowi pada 2014.

Wawan juga berpendapat, keunggulan Jokowi-Ma'ruf di Jawa Timur sulit dikejar Prabowo-Sandi.

Menurut dia, polarisasi dukungan yang terjadi di Jawa Barat dan DKI Jakarta kepada Prabowo-Sandi sulit masuk ke Jawa Timur.

Ini karena, kata dia, Jawa Timur merupakan basis NU, sementara di belakang Prabowo-Sandi ada PKS dan PAN yang dinilai berbeda aliran dengan NU.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X