Sebanyak 1.241 TPS di Solo Masuk Kategori Rawan

Kompas.com - 12/04/2019, 13:17 WIB
Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono di Kantor Bawaslu Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/4/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono di Kantor Bawaslu Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/4/2019).

SOLO, KOMPAS.com — Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu) Kota Surakarta menyebut 1.241 tempat pemungutan suara ( TPS) atau 71,50 persen dari 1.734 TPS di Solo, Jawa Tengah, masuk dalam kategori rawan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Surakarta Budi Wahyono dalam konferensi pers di Kantor Bawaslu Surakarta, Solo, Jawa Tengah, Jumat (12/4/2019).

"Hasil dari kajian yang kami lakukan 71,50 persen atau 1.241 TPS dari 1.734 TPS kami kategorikan rawan," kata Budi.

Baca juga: BPN Prabowo-Sandi Minta Bawaslu Usut Tuntas Kasus Dugaan Pelanggaran Kepala Daerah di Sumbar


Budi mengatakan, penentuan TPS rawan tersebut dilakukan setelah Bawaslu mengadakan simulasi terkait pemungutan dan penghitungan suara di TPS Sondakan, Kecamatan Laweyan, dengan diikuti 208 pemilih. Simulasi tersebut berakhir pada pukul 00.30 WIB.

"Itu baru proses pungut dan hitung, belum menyalin form-form dokumen yang ada. Form C1 kemudian salinan C1 yang harus diserahterimakan kepada saksi partai politik, saksi paslon dan DPD," katanya.

Simulasi yang dilakukan di Sondakan itu, ujar Budi, agar tidak ada perbedaan tafsir antara KPPS dan saksi parpol, paslon maupun saksi DPD, dan tidak ada perbedaan tafsir antara saksi dan pengawas TPS.

Tafsir terkait, misalnya suara sah, atau tidak sah. Tafsir terkait dengan pemilih yang datang akan diberikan surat suara, lima surat suara, dua surat suara, atau satu surat suara terlepas dari problematika teknis yang nanti muncul di lapangan.

"Kami membayangkan nanti kompleksitas teknis di TPS akan lebih besar terkait dengan proses pungut dan hitung. Dari dasar itu, kemudian ingin memberikan stressing terhadap upaya mencegah terjadinya hal-hal yang kemudian bisa menghambat proses pungut dan hitung," katanya.

Baca juga: Bawaslu Bantah Ketua PPLN Kuala Lumpur Pernah Foto Bersama Relawan Prabowo-Sandi


Dia pun menekankan kepada para jajaran Bawaslu dibutuhkan integritas dan keseriusan dari KPPS untuk kemudian bisa mengawal proses pemungutan sampai penghitungan dengan merujuk ketentuan yang ada.

"KPPS datang pukul 06.30 WIB sampai berakhir pada 00.30 WIB itu dibutuhkan stamina yang luar biasa. Stamina KPPS, saksi, pengawas TPS. Pada posisi ini saya kira rawan terjadi banyak kesalahan," katanya.

Halaman:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Ini Awal Mula Penyebab Kerusuhan di Manokwari

Ini Awal Mula Penyebab Kerusuhan di Manokwari

Regional
Polda Jabar Apresiasi Pemuda yang Bantu Polisi Terbakar di Cianjur

Polda Jabar Apresiasi Pemuda yang Bantu Polisi Terbakar di Cianjur

Regional
Bekasi Ingin Masuk DKI, Begini Respons Ridwan Kamil

Bekasi Ingin Masuk DKI, Begini Respons Ridwan Kamil

Regional
Pernyataan Wali Kota Malang Terkait Isu Pemulangan Mahasiswa Papua

Pernyataan Wali Kota Malang Terkait Isu Pemulangan Mahasiswa Papua

Regional
Oknum Guru yang Cabuli Siswinya di Kelas, Pernah Kepergok Mesum di Kos

Oknum Guru yang Cabuli Siswinya di Kelas, Pernah Kepergok Mesum di Kos

Regional
5 Fakta KM Izhar Terbakar, Diduga Kelebihan Penumpang hingga 4 ABK dan 1 Kapten Diperiksa

5 Fakta KM Izhar Terbakar, Diduga Kelebihan Penumpang hingga 4 ABK dan 1 Kapten Diperiksa

Regional
Puluhan Anggota Brimob Diduga Aniaya Warga Bogor, Ini Penjelasannya

Puluhan Anggota Brimob Diduga Aniaya Warga Bogor, Ini Penjelasannya

Regional
Manokwari Kota Injil, Kapolri Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Cinta Kasih

Manokwari Kota Injil, Kapolri Ajak Warga Jaga Kedamaian dan Cinta Kasih

Regional
Mabes TNI AL: Posisi KM Mina Sejati Mulai Miring karena Kebocoran

Mabes TNI AL: Posisi KM Mina Sejati Mulai Miring karena Kebocoran

Regional
Pemadaman Karhutla di Ketapang Terkendala Tanah Gambut dan Sumber Air

Pemadaman Karhutla di Ketapang Terkendala Tanah Gambut dan Sumber Air

Regional
Aksi Protes Warga Jayapura Papua Terkonsentrasi di 2 Titik

Aksi Protes Warga Jayapura Papua Terkonsentrasi di 2 Titik

Regional
Reaktivasi Jalur KA Bandung-Cirebon, Pemkab Sumedang Siap Kolaborasi dengan Pemprov Jabar

Reaktivasi Jalur KA Bandung-Cirebon, Pemkab Sumedang Siap Kolaborasi dengan Pemprov Jabar

Regional
Kapolri Minta Tak Ada Pengerahan Kekuatan Berlebihan di Papua Barat

Kapolri Minta Tak Ada Pengerahan Kekuatan Berlebihan di Papua Barat

Regional
Setelah Lebih dari Sehari Lakukan Pendekatan, TNI AL Berhasil Kuasai KM Mina Sejati

Setelah Lebih dari Sehari Lakukan Pendekatan, TNI AL Berhasil Kuasai KM Mina Sejati

Regional
Remaja di Riau Bunuh Pacar Gunakan Cangkul karena Menolak Berhubungan Badan

Remaja di Riau Bunuh Pacar Gunakan Cangkul karena Menolak Berhubungan Badan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X