Kala Sandiaga Sebut e-KTP sebagai Kartu Super Sakti

Kompas.com - 12/04/2019, 13:16 WIB
Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga sempat ditarik emak-emak ketika menghadiri kampanye di gedungThe Sultan Convention Center Palembang, Sumatera Selatan, untuk memberikan kantong plastik berisi uang sumbangan, Jumat (12/4/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRA Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga sempat ditarik emak-emak ketika menghadiri kampanye di gedungThe Sultan Convention Center Palembang, Sumatera Selatan, untuk memberikan kantong plastik berisi uang sumbangan, Jumat (12/4/2019).


PALEMBANG, KOMPAS.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02 Sandiaga Salahudin Uno memamerkan kartu super sakti kepada para pendukungnya di gedung The Sultan Convention Center Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (12/4/2019). 

Kartu sakti yang dimaksud mantan Wakil Gubernur DKI tersebut adalah e-KTP.

Menurut Sandi, e-KTP sudah memiliki cip dan bisa digunakan oleh masyarakat untuk kebutuhan, seperti kartu kesehatan dan lain sebagainya. 

Baca juga: Di Palembang, Sandiaga Ditarik Emak-Emak dan Diberi Kantong Berisi Uang

"Saya mau tanya, dompet kita tebal karena duit atau kartu?" tanya Sandi. 

"Kartu..." jawab para massa pendukung sandi. 

Sandi mengatakan, jika ia bersama Prabowo terpilih menjadi presiden dan wakil presiden, mereka akan menggunakan e-KTP sebagai satu-satunya kartu untuk kebutuhan masyarakat. 

"e-KTP ini merupakan kartu super sakti, jadi tidak perlu banyak kartu, di dalam e-KTP sudah ada cip bisa digunakan," ujar dia. 

Baca juga: Hari Ini, Sandiaga Akan Berkampanye di Palembang dan Lampung

Setelah menjelaskan fungsi dari e-KTP, Sandiaga langsung mengajak para massa untuk mengeluarkan e-KTP dan membuat vlog. 

"Saya berikan waktu dua menit, kita untuk angkat setinggi-tingginya r-KTP," ucap Sandi. 



Terkini Lainnya

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

KPK Kembali Buka Lowongan Sekjen hingga 26 April 2019, Berminat?

Nasional
[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

[POPULER MEGAPOLITAN] Sandiaga Tak Hadiri Syukuran di TMII | Anies Revisi Kebijakan Penggratisan PBB

Megapolitan
Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Tak Ada Lagi Teriakan Anak-anak, Jalanan di Sri Lanka Kini Hening

Internasional
Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Situng KPU Data 32,15 Persen: Jokowi-Ma'ruf 55,80 Persen, Prabowo-Sandiaga 44,20 Persen

Nasional
Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Kontainer Berisi 5 Karung Sabu Diamankan, Kakak Beradik Ditangkap

Megapolitan
'Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong'

"Kalau 'Nyebut' Curang, Manipulasi, Beban Pembuktian kepada yang Ngomong"

Nasional
Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Ini Sejumlah Wilayah di Jabodetabek yang Diprediksi Hujan Nanti Siang hingga Malam

Megapolitan
Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Terkait Teror, Parlemen Sri Lanka: Ada Kesengajaan Sembunyikan Laporan Intelijen

Internasional
Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Kesaksian Polisi Tangkap Pembunuh Satu Keluarga di Bekasi hingga ke Kaki Gunung Guntur

Megapolitan
KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

KPU: Mikir kalau Mau Bilang Curang

Nasional
4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

4 Pelaku Pembacokan Anggota FBR Ditangkap, Satu Ditembak

Megapolitan
[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

[BERITA POPULER] TKN Jokowi-Ma'ruf Akan Buktikan Kecurangan Kubu 02 | Sandiaga Tak Hadiri Syukuran Prabowo-Sandi

Nasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

[POPULER INTERNASIONAL] Kanada Bikin Geram Duterte| India Peringatkan Sri Lanka

Internasional
Mengintip 'War Room' TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Mengintip "War Room" TKN Jokowi-Ma'ruf, 250 Personel Bekerja 24 Jam

Nasional
Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Komisioner: Dalam Sehari Situs KPU Bisa Diserang Ratusan Peretas

Nasional

Close Ads X