Prabowo Sebut Pertahanan Indonesia Lemah, Ini Kata Menteri Pertahanan

Kompas.com - 12/04/2019, 12:58 WIB
Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu tengah berbincang di depan produk terbaru Pindad, Tank Harimau, Jumat (12/4/2019). KOMPAS.com/RENI SUSANTIMenteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu tengah berbincang di depan produk terbaru Pindad, Tank Harimau, Jumat (12/4/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menanggapi peryataan calon presiden no urut 02 Prabowo Subianto dalam debat capres-cawapres yang menyatakan pertahanan Indonesia lemah.

Ryamizard mengatakan, pertahanan Indonesia tidak lemah. Bahkan setiap tahun semakin kuat dan itu diakui dunia.

“Ini jawaban (pernyataan Prabowo) ya. Pertahanan Indonesia 10 besar (dunia), itu tidak lemah. Pasti kuat,” ujar Ryamizard seusai acara Penandatanganan Kontrak Alutsista dan Bidang Konstruksi Kemhan Ri di Graha Pindad, Jalan Terusan Gatot Subroto Bandung, Jumat (12/4/2019).

Baca juga: Prabowo: Pertahanan Kita Sangat Lemah karena Tidak Punya Uang

Ryamizard menceritakan, saat dirinya menjabat menjadi Menhan 2014 silam, kekuatan militer Indonesia berada di peringkat 19 dunia.

Setelah lima tahun, tepatnya 2019, peringkat kekuatan pertahanan Indonesia menduduki 10 besar dunia. Itu artinya, militer Indonesia semakin kuat setiap tahunnya.

Bahkan beberapa waktu lalu, ia pernah diwawancarai dua wartawan Amerika. Dalam pertemuan itu, Rymizard diperkenalkan sebagai menteri pertahanan dengan kekuatan militer yang mumpuni.

“Dia (wartawan Amerika) bilang, saudara-saudara, saya sedang bersama Menteri Pertahanan Indonesia. Salah satu militer terkuat di Asia. Salah satu yang terkuat di dunia,” ucapnya.

Bahkan kini, Indonesia tengah menuju industri pertahanan yang mandiri, sebagai penopang ekonomi nasional.

Baca juga: Saat Debat, Prabowo Bandingkan Anggaran Pertahanan RI dan Singapura

Itu artinya, ke depan, selain menggunakan alutsista produk dalam negeri, Indonesia pun makin gencar mengimpor industri pertahanan.

Seperti Amerika Serikat, salah satu penyumbang ekonomi terbesar di AS adalah industri pertahanannya. Harga Sukhoi-nya saja senilai Rp 1,5 triliun.

Indonesia pun bisa seperti itu. Bahkan kini beberapa negara menyatakan ketertarikannya membeli alutsista Indonesia.

Sebelumnya, dalam debat capres bertemakan ideologi, pemerintahan, pertahananan dan keamanan, serta hubungan luar negeri, Prabowo menilai Indonesia tak punya cukup uang untuk mempertahankan kedaulatan wilayah.

"Pertahanan Indonesia terlalu lemah, jauh dari yang diharapkan karena tidak punya uang," ungkap Prabowo.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X