Polisi Otopsi Potongan Kepala Guru Honorer SD Korban Mutilasi

Kompas.com - 12/04/2019, 12:37 WIB
Suasana dapan ruangan penyimpanan jenazah RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, pasca penemuan potongan organ kepala korban mutilasi, Jumat (12/4/2019). KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMSuasana dapan ruangan penyimpanan jenazah RS Bhayangkara Kota Kediri, Jawa Timur, pasca penemuan potongan organ kepala korban mutilasi, Jumat (12/4/2019).

KEDIRI, KOMPAS.com — Seusai ditemukan, potongan organ kepala yang diduga milik Budi Hartanto (28), guru honorer SD korban mutilasi yang mayatnya ditemukan di Blitar, Jawa Timur, langsung diotopsi di RS Bhayangkara Kota Kediri.

Weti Lusiana, Juru Bicara RS Bhayangkara Kota Kediri, membenarkan adanya potongan kepala yang dikirim ke rumah sakit sekitar pukul 10.30 WIB.

"Saat ini sedang dalam pemeriksaan," ujar Weti ketika ditemui di RS Bhayangkara, Jumat (12/4/2019). 

Baca juga: Kepala Potongan Guru Honorer SD Korban Mutilasi Ditemukan Polisi

Dia mengaku belum mengetahui hingga kapan pemeriksaan itu akan berlangsung. Sebab, pemeriksaannya itu dilakukan oleh tim khusus yang datang langsung dari Polda Jawa Timur.

Sebelumnya diberitakan, kepala korban ditemukan setelah petugas melakukan pencarian di sungai yang ada di wilayah Dusun Plosokerep, Desa Bleber, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri.

Lokasi ini berjarak sekitar 20 kilometer dari lokasi penemuan koper berisi tubuh mayat Budi Hartanto di Blitar.

Seusai ditemukan, potongan organ bagian kepala itu kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: 2 Dugaan Penyebab Pelaku Mutilasi Mayat Guru Honorer di Blitar

Pantauan Kompas.com di sekitar ruang instalasi jenazah RS Bhayangkara Kota Kediri, beberapa personel polisi terlihat berada di sekitarnya.

Ruang kamar penyimpanan jenazah tertutup rapat dengan seorang satpam menjaganya.

Sementara itu, sebelumnya Kepala Bidang Polda Jawa Timur Komisaris Besar Frans Barung Mangera kepada media mengungkapkan penemuan potongan kepala itu.

Selain itu Barung juga mengatakan adanya dua orang yang ditangkap atas peristiwa mutilasi ini.

Baca juga: 10 Hari Diburu, Pembunuh Mayat Dalam Koper Ditangkap Polisi

Budi Hartanto, warga Kota Kediri, menjadi korban mutilasi. Jenazahnya ditemukan dalam koper di Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, Jawa Timur, pada 2 April 2019.

Korban berprofesi sebagai tenaga honorer di SD dan guru seni tari. Bahkan dia juga mempunyai sanggar tari yang cukup produktif. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Foto Bersama Bobby Nasution, Wagub Sumut Musa Rajeckshah Dilaporkan ke Bawaslu

Foto Bersama Bobby Nasution, Wagub Sumut Musa Rajeckshah Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Gubernur Banten Kembali Perpanjang PSBB hingga 19 November

Gubernur Banten Kembali Perpanjang PSBB hingga 19 November

Regional
Kepala BNN RI: Tangerang Raya Jadi Perhatian, Ada Bandar Narkoba Berjaringan Luas

Kepala BNN RI: Tangerang Raya Jadi Perhatian, Ada Bandar Narkoba Berjaringan Luas

Regional
Seorang Sopir Taksi Online Dianiaya 10 Orang Saat Cari Perlindungan di Kantor Polisi

Seorang Sopir Taksi Online Dianiaya 10 Orang Saat Cari Perlindungan di Kantor Polisi

Regional
Cerita Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam Ganja di Rumah, Bantah Sembunyi-sembunyi dan Kata Warga

Cerita Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam Ganja di Rumah, Bantah Sembunyi-sembunyi dan Kata Warga

Regional
Cerita Korban PHK di Indramayu, Dikunjungi Menaker Ida Fauziyah, Diberi Bantuan Subsidi Upah Rp 1,2 Juta

Cerita Korban PHK di Indramayu, Dikunjungi Menaker Ida Fauziyah, Diberi Bantuan Subsidi Upah Rp 1,2 Juta

Regional
Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka, Tenda Tak Boleh Diisi Penuh

Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka, Tenda Tak Boleh Diisi Penuh

Regional
Tak Ada Lagi Zona Hijau di Aceh, 6 Kabupaten dan Kota Masuk Zona Merah Covid-19

Tak Ada Lagi Zona Hijau di Aceh, 6 Kabupaten dan Kota Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X