5 Fakta Kampanye Jokowi di Sukabumi dan Depok, Singgung Surat Suara Tercoblos hingga Target Menang di "Kandang" PKS

Kompas.com - 12/04/2019, 08:08 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berorasi saat kampanye di Depok, Jawa Barat,  Kamis (11/4/2019). Jokowi mengajak pendukung untuk memerangi hoaks dan memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin pada pilpres 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaCalon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo berorasi saat kampanye di Depok, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019). Jokowi mengajak pendukung untuk memerangi hoaks dan memenangkan pasangan Jokowi-Maruf Amin pada pilpres 17 April mendatang. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/aww.

KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) targetkan 55 persen suara di wilayah Depok, Jawa Barat, saat pemilu nanti.

Hal itu dikemukakan Jokowi ketika berpidato di depan sekitar 3.000 pendukungnya di Gedung Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Kamis (11/4/2019) siang.

Sebelumnya, Jokowi menyapa pendukungnya di Sukabumi dan menargetkan meraup suara 50 persen. 

Di dua lokasi itu, Jokowi juga menjelaskan tentang program tiga kartu "sakti". Jokowi juga menyingung masalah dugaan kertas suara yang tercoblos di Malaysia.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Jokowi ingin menang 55 persen di "kandang" PKS

Capres Joko Widodo (kiri) menyampaikan orasi saat berkampanye di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019).KOMPAS.com/BUDIYANTO Capres Joko Widodo (kiri) menyampaikan orasi saat berkampanye di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/4/2019).

Joko Widodo menargetkan suara minimal 55 persen di Kota Depok, Jawa Barat, pada Pemilu 2019 mendatang.

Hal itu dikemukakan Jokowi ketika berpidato di depan sekitar 3.000 pendukungnya di Gedung Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jalan Margonda Raya, Kamis (11/4/2019) siang.

"Pada Pemilu 2014, Jokowi-JK di Depok mendapatkan 43 persen. Tapi saya lihat di Depok ini, 2019, minimal 55 persen," ujar Jokowi yang disambut sorak sorai dan tepuk tangan para pendukungnya.

Diketahui, Kota Depok merupakan kantong suara bagi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal itu diungkapan Jokowi berdasar hasil Pilkada Depok tahun 2015.

Saat itu pasangan wali kota dan wakilnya yang diusung PKS menang dengan suara 61 persen. Sebelum 2015, Nur Mahmudi Ismail langgeng selama 10 tahun lamanya.

Baca Juga: Jokowi: Jangan Sampai Ada yang Ngomong Curang, Padahal Dihitung Saja Belum

2. Elektabilitas Jokowi di Depok meningkat

Jokowi-Maruf beserta istriKOMPAS.com/Haryantipuspasari Jokowi-Maruf beserta istri

Target 55 persen suara tersebut dinilai Jokowi realistis. Sebab, berdasarkan survei yang dilakukan tim internal, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin di Kota Depok di antara 46 hingga 50 persen.

"Ini 55 persen minimal loh ya. Kalau nanti dapat 60 persen, alhamdulilah. Kalau dapat 65 persen, alhamdulilah. Kalau dapat 70 persen juga alhamdulilah," lanjut dia.

Jokowi pun mengajak para pendukungnya untuk bekerja lebih keras agar mencapai target tersebut.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

[POPULER NUSANTARA] Wali Kota Risma Tersulut Emosi | Kerangka Diduga Berusia Ratusan Tahun

Regional
Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Saat Dosen Unpad Masuk Data Penerima Dana Bansos Rp 600 Ribu Per Bulan: Bingung Bantuan Apa Ini?

Regional
Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Polisi Pukul Pakai Rotan Warga Tak Bermasker, Tetap Diproses Hukum Meski Ada Masyarakat yang Mendukung

Regional
Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Detik-detik Satpam Tewas Dibunuh Maling, Berawal Saat Pergoki Pencurian Kelapa Sawit

Regional
Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Jejak Kasus Pecatan TNI Ruslan Buton, Tuntut Jokowi Mundur hingga Terlibat Kasus Pembunuhan La Gode

Regional
Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Kabur dari Rutan Polsek Malili, Satu Tahanan Titipan Kejari Luwu Timur Ditembak

Regional
Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Tentang New Normal di DIY, Sri Sultan: Jangan tergesa-gesa

Regional
Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Kota Bandung Kini Terapkan PSBB Proporsional

Regional
7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

7 Pohon Tumbang Diterjang Angin Puting Beliung di Sukabumi, 1 Mobil dan Puluhan Rumah Rusak

Regional
Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Pekan Depan, Keluar Masuk NTB Wajib Bawa Surat Bebas Corona

Regional
Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Sabtu, 2 Unit Mobil PCR Dijadwalkan Siaga di Surabaya, Ini Lokasinya

Regional
Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Diduga Rem Blong Saat Turunan Tajam, Truk Sayur Terguling dan Terjun ke Jurang 10 Meter

Regional
Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Kawal Kebijakan Jokowi, Kota Tegal Terapkan New Normal Mulai 1 Juni

Regional
Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Sebanyak 4 Kecamatan di Jombang Catatkan Nol Kasus Baru Corona

Regional
Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Dituduh Gelapkan Perhiasan, Seorang Istri Dianiaya Suaminya Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X