Kata Pengamat soal Persaingan Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandi di Yogyakarta

Kompas.com - 11/04/2019, 22:39 WIB
Calon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (kiri) dan no urut 02, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019). KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMOCalon Presiden Nomor Urut 01, Joko Widodo (kiri) dan no urut 02, Prabowo Subianto bersalaman usai Debat Kedua Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Persaingan pasangan capres cawapres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin dengan paslon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berlangsung sengit di Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY).

Kubu Jokowi sendiri menargetkan menang dengan perolehan suara 70 persen, sementara elektabilitasnya 62 persen. Sementara kubu Prabowo menargetkan perolehan suara 65 persen dengan elektabilitas saat ini di angka 45 persen.

Bagaimana pandangan pengamat mengenai peluang elektabilitas kedua paslon?

Faktor arah politik Sri Sultan

Akademisi ilmu sosial dan politik dari Univeritas Gajah Mada (UGM) Purwo Santoso mengatakan jika isu yang terkait konten lokal punya peran dalam mendorong kecenderungan memilih pada Pemilu 2019 di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sayangnya, kedua kubu pasangan calon Presiden-Wakil Presiden tidak memainkan isu lokal yang cukup mengakar di Yogyakarta ini.

Purwo Santoso mengungkap kubu Paslon 01 mengemas isu keistimewaan. Isu ini memiliki kekuatan untuk menyentuh hati masyarakat DIY yang memang memiliki kebanggaan pada keistimewaan daerahnya.

Baca juga: Kata Pengamat soal Persaingan Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandiaga di Jateng

Terlebih, kubu 01 membawakan diri dengan tampilan yang merakyat dalam kesederhanaan. Mereka mampu mengkomunikasikan isu sesuai konteks di zamannya.

Tapi, isu ini sejatinya punya banyak problematika sendiri. Sehingga tidak mudah untuk diterapkan. Akibatnya, kalau diperdebatkan sedikit banyak punya pengaruh pada pemilihnya.

"Keistimewaan itu bungkus besar, semua sepakat. Tapi detilnya tidak. Kebetulan kubu yang satu tidak memperdebatkan operasional (langkah konkrit) keistimewaan atau detilnya, maka sampai sekarang masih aman saja dengan tagline itu," katanya kepada Kompas.com, Kamis (11/4/2019).

Bagaimana dengan kubu Paslon 02? Menurut Purwo, kubu Prabowo-Sandi justru tidak mengolah dengan baik isu lokal di DIY. Sebaliknya, kubu mereka lebih memilih membawa jargon dan simbol. Karena itu kubu 02 dirasa tidak punya rujukan ideologis yang jelas.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X