Di Hadapan Para Santri, Ma'ruf Amin Cerita Hari Santri

Kompas.com - 11/04/2019, 19:16 WIB
Cawapres 01 Maruf Amin saat memberi tausiyah dan nasehat di hadapan para santri Pondok Pesantren Nurul Huda Cijeruk Kabupaten Bogor Kamis (11/4/2019) Kompas.com / Afdhalul Ikhsan..Cawapres 01 Maruf Amin saat memberi tausiyah dan nasehat di hadapan para santri Pondok Pesantren Nurul Huda Cijeruk Kabupaten Bogor Kamis (11/4/2019)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin mengatakan tidak benar jika ada yang mengatakan Jokowi tidak suka santri. Hal tersebut dikatakannya dihadapan para santri di Pondok Pesantren Nurul Huda, Kampung Cibadak, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, Kamis (11/4/2019).

"Katanya pak Jokowi itu tidak suka santri. Lah itu bohong. Yang menetapkan hari santri pak Jokowi. Ente kok gak paham paham. Ini fakta," kata Ma'ruf Amin meluruskan sejarah yang mulai dilupakan.

Ia pun memuji Joko Widodo karena telah berani mengakui peran santri di dalam perjuangan merebut negara Republik Indonesia dari penjajah. Keberanian itu terbukti setelah adanya penetapan Hari Santri Nasional pada 2015 semasa Jokowi menjabat sebagai presiden.

"Makanya ini suatu penghormatan buat santri. Kita harus terima kasih pada pak Jokowi karena beliau peduli sama santri dan ulama," ucapnya.

Baca juga: Listrik Padam Saat Maruf Berpidato di Pesantren, Para Santri Berselawat

Ia juga mengajak para santri untuk meneruskan perjuangan mengawal negara Indonesia.

"Karena itu bagi NU, NKRI itu harga mati," kata dia.

Ma'ruf Amin juga bercerita tentang proses terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui perdebatan panjang antara kelompok nasionalis yang ingin kebangsaan sekuler dan kelompok Islam yang ingin negara Islam.

"Terjadi perdebatan, lama sekali. Akhirnya semua sepakat supaya membentuk NKRI semuanya. Bareng-bareng dasar negara kita adalah Pancasila. Bagi kita umat Islam, Pancasila itu kebangsaan yang bertauhid, karena di dalamnya ada Ketuhanan Yang Maha Esa. Kan itu tauhid. Makanya, Pancasila itu namanya titik temu atau Kalimatun Sawa Bainal Indonesiyin," paparnya.

"Inilah yang dipegang oleh ulama makanya NKRI sudah selesai, sudah final berdasarkan kesepakatan. Jangan diubah-ubah," tambahnya.

Baca juga: Saat Maruf Amin Jelaskan Tol Langit kepada Santri di NTB

Saat berkunjung ke Kabupaten Bogor, Ma'ruf Amin bersilaturahim ke pondok pesantren sekaligus deklarasi dukungan Capres dan Cawapres nomor urut 01 di hadapan ratusan santri dan ulama beserta alumni Pondok Pesantren Nurul Huda, Cijeruk, Kabupaten Bogor.

Deklarasi itu dibacakan oleh Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda KH Asep Abdul Yazid di sela-sela Haul ke-14 Mama KH Uu Rofiudin bin KH Royani.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X