Bawa Sabu Dalam Saku Celana, Pengedar Lintas Daerah Dibekuk Polisi

Kompas.com - 11/04/2019, 16:27 WIB
Ilustrasi penangkapan Think StockIlustrasi penangkapan

BANDUNG, KOMPAS.com - YT terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian Reserse Narkoba Polda Jabar, lantaran kedapatan akan mengedarkan narkotika jenis sabu.

Dari tangan YT, petugas mendapatkan sabu seberat 139,10 gram di saku celana pelaku. Diduga sabu tersebut akan diedarkan. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Jabar, Kombes Pol Enggar Pareanom mengatakan, bahwa pelaku ini target operasi kepolisian lantaran kerap mengedarkan narkotika lintas daerah. 

"Pelaku mengedarkan sabu di Karawang dan kota Bandung," kata Enggar di Mapolda Jabar, Kamis (11/4/2019).

Baca juga: Selundupkan Sabu Lewat Anus, 2 Buruh Migran Diamankan di Batam

Polisi kemudian mengembangkannya ke rumah pelaku, dan didapati sabu seberat 523,03 gram. "Total sabu yang diamankan seberat 662,13 gram," ucapnya.

Selain itu, polisi juga mengamankan dua ponsel, buku catatan penjualan sabu, timbangan, dan buku rekening bank.

Baca juga: Polisi Tembak Kaki Bandar Narkoba di Makassar

Saat ini, polisi tengah mengejar pelaku lainnya yang diduga sebagai pemasok sabu, adapun pelaku yang masuk daftar pencarian orang berinisial E.

Atas perbuatan YT, polisi menjerat tersangka dengan Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 dengan hukuman pidana lima tahun penjara.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Regional
Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Regional
Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Regional
Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Regional
Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Regional
Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Regional
Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

Regional
Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Regional
Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Regional
Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X