5 Fakta Demo Mahasiswa di Aceh Tolak Izin Tambang, Ricuh hingga 9 Kali Tak Ada Tanggapan Plt Gubernur

Kompas.com - 11/04/2019, 14:52 WIB
20190411 K79-13 Ribuan Mahasiswa Kembali Lanjutkan Aksi Tolak Izin Tambang Di Kantor Gubernur Aceh KOMPAS. COM/ RAJA UMAR20190411 K79-13 Ribuan Mahasiswa Kembali Lanjutkan Aksi Tolak Izin Tambang Di Kantor Gubernur Aceh

KOMPAS.com - Demo mahasiswa menolak izin tambang PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kantor Gubernur Aceh berakhir ricuh, Selasa (9/4/2019).

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Barisan Pemuda Aceh tersebut berasal dari berbagai universitas di Aceh.

Bentrokan tak terhindarkan setelah para mahasiswa mendesak untuk bertemu dengan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Upaya tersebut dihalangi aparat keamanan.

Aksi dorong antara mahasiswa dan aparat akhirnya berujung bentrokan. Sejumlah mahasiswa terluka. Polisi terpaksa menembakkan gas air mata untuk mengendalikan situasi.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Mahasiswa menolak izin tambang PT Emas Mineral Murni

ilustrasi demonstrasiGetty Images/iStockphoto/champc ilustrasi demonstrasi

Massa dari mahasiswa turun ke jalan untuk menolak izin tambang PT Emas Mineral Murni (EMM), di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (9/04/2019).

Para mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Barisan Pemuda Aceh itu menganggap penambangan PT EMM di kawasan hutan lindung Beutong, Nagan Raya, akan mengancam kelestarian lingkungan dan warga sekitar.

“Izin PT EMM, kami nilai melangkahi kewenangan Pemerintah Aceh, sebagaimana diatur dalam undang-undang Nomor 11 Tahun 2006, tentang Pemerintah Aceh, Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2016 tentang kehutanan, Qanun Aceh, Nomor 15 Tahun 2013 tentang pengelolaan pertambangan mineral dan batubara. Tapi plt gubernur Aceh, tidak ada sikap terkait izin PT EMM,” kata Agus, salah satu peserta aksi dari Universitas Syiah Kuala.

Baca Juga: Tolak Izin Tambang di Aceh, Demo Mahasiswa Ricuh di Kantor Gubernur

2. Ricuh, sejumlah mahasiswa terluka

Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Banda Aceh yang tergabung dalam Aliansi Barisan Pemuda Aceh ricuh dengan pihak pengamanan saat melakukan aksi demonstrasi menolak izin tambang PT  Emas Mineral Murni (EMM) di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (09/04/2019). KOMPAS.com/RAJA UMAR Ratusan mahasiswa dari berbagai Universitas di Banda Aceh yang tergabung dalam Aliansi Barisan Pemuda Aceh ricuh dengan pihak pengamanan saat melakukan aksi demonstrasi menolak izin tambang PT Emas Mineral Murni (EMM) di Kantor Gubernur Aceh, Selasa (09/04/2019).
Kericuhan dipicu setelah sejumlah peserta aksi terlibat aksi dorong dengan barisan pihak pengamanan. Saat itu, mahasiswa ingin masuk untuk menjumpai Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

“Kericuhan terjadi karena ada provokasi saat kami ingin masuk ke dalam kantor menemui Plt, sehingga terjadi salaing dorong, kemudian polisi melepaskan gas air dari mobil water canon ke arah mobil pengeras suara orator aksi, sehingga emosi pendemo terpancing,” kata Agus.

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto, yang langsung terjun ke lokasi kantor gubernur pasca-kejadian menyebutkan, kericuhan terjadi saat massa dari mahasiswa memaksa masuk kedalam kantor gubernur Aceh.

“Mungkin mahasiswa emosi, karena melakukan demo sejak pagi, kemudian saat memaksa masuk kedalam kantor gubernur, petugas pengamanan menertibkan mereka,” sebutnya.

Akibat ricuh tersebut, beberapa mahasiswa mengalami luka lecet dan terkena tembakan gas air mata dikeluarkan pihak kepolisian.

Baca Juga: Pukul Polisi Saat Demo, Mahasiswa Makassar Ditangkap

3. Kaca pecah dan sejumlah fasilitas rusak

Ilustrasi polisiKOMPAS.com/Achmad Faizal Ilustrasi polisi

Akibat dari kericuhan tersebut, sejumlah fasilitas di halaman kantor gubernur Aceh, rusak seperti pagar, pot tanaman bunga, kaca pos satpam dan kaca bagian depan kantor gubernur Aceh, pecah didobrak mahasiswa.

Namun, pihak kepolisian yang melakukan pengamanan berhasil membubarkan aksi mahasiswa tersebut. Tembakan gas air mata terpaksa dilakukan untuk mengendalikan situasi.

Setelah itu, perwakilan dari kantor gubernur yang menjumpai mahasiswa memberitahukan bahwa Plt Gubernur Aceh sedang tidak berada di tempat.

Seperti diketahui, aksi demonstrasi dilakukan mahasiswa menolak izin tambang PT EMM yang berada di kawasan hutan lindung Beutong, Nagan Raya.

Baca Juga: Gara-gara Aksinya Ditertawakan, Demo Mahasiswa Ricuh

4. Sudah 9 kali aksi, tak ada respon dari Plt Gubernur Aceh

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan isteri Dyah Erti Idawati melakukan stempel tangan sebagai bentuk deklaasi cegah stunting di Aceh. Kegiatan ini dilakukan di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Minggu (3/32019)HANDOUT Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dan isteri Dyah Erti Idawati melakukan stempel tangan sebagai bentuk deklaasi cegah stunting di Aceh. Kegiatan ini dilakukan di Lapangan Blang Padang Banda Aceh, Minggu (3/32019)

Menurut keterangan mahasiswa, aksi demonstrasi tentang izin tambang PT EMM sudah berlangsung sembilan kali.

Namun Plt Gubernur Aceh belum sekali pun bersedia menjumpai mahasiswa yang memperjuangkan aspirasi masyararakat itu.

“Sudah sembilan kali aksi penolakan izin tambang PT EMM itu kami lalukan, tapi Plt Gubernur tidak sikap dan merespon terkait izin PT EMM itu,” sebut Agus.

Seperti diketahui, izin tambang PT EMM, telah dikeluarkan oleh Badan Kooordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia Tahun 2017 lalu.

Baca Juga: Tuntut Rektor Transparan Soal Dana Festival, Demo Mahasiswa Ricuh

5. Mahasiswa menginap di Kantor Gubernur Aceh

Ilustrasi demoKOMPAS/Heru Sri Kumoro Ilustrasi demo

Berdasar pantauan Kompas.com, mahasiswa dari berbagai universitas baik negeri maupun swasta di Banda Aceh itu menggelar aksi lanjutan meminta Plt Gubernur Aceh untuk membatalkan izin tambang PT EMM.

Mutawali, Koordinator Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) mengatakan, massa aksi tolak izin tambang PT EMM itu akan terus bertahan hingga Plt Gubernur Nova Iriansyah datang menjumpai massa dan menyampaikan pernyataan mencabut izin tambang.

"Kami akan menggelar aksi ini sampai dengan izin PT EMM dicabut, dan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah hadir menjumpai kami untuk mengeluarkan statment secara terbuka, bahwa beliau bersama rakyat," ujar dia.

Baca Juga: Mahasiswa yang Demo Tolak Izin Tambang Menginap di Kantor Gubernur Aceh

Sumber: KOMPAS.com (Raja Umar)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Asal-usul Tegal, dari Pelaut Portugis hingga Cerita Ki Gede Sebayu

Regional
Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Tradisi Sarapan Para Raja di Keraton Yogyakarta, dari Teh, Susu Cokelat hingga Gudeg

Regional
Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Hiperaktif, Bocah 9 Tahun Penyandang Disabilitas Diikat ke Pohon dan Dikurung Dalam Rumah

Regional
Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Asal-usul Kue Batang Buruk, Saksi Perjalanan Cinta Sang Putri Kerajaan Bintan

Regional
Pesona Mata Biru dari Siompu

Pesona Mata Biru dari Siompu

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Kenakan Hoodie dan Masker

Regional
Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur hingga 1.000 Meter

Regional
Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Imbas Ardi Dipenjara karena Pakai Uang Salah Transfer, Anaknya Tak Bisa Dibawa Berobat

Regional
Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Teriakan “Adikku… Adikku…” Sambut Kedatangan Jenazah Korban Penembakan di Kafe RM Cengkareng

Regional
Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Bayi 6 Bulan Tinggal Bersama Ibunya di Tahanan, Karutan Lhoksukon Dihubungi Sejumlah Politikus

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X