5 Fakta Ibu Dapat Tagihan "Game Online" Rp 11 Juta, Anak Pakai Identitas Ayah hingga Curhat di Facebook

Kompas.com - 11/04/2019, 13:12 WIB
Ririn Ike Wulandari, ibu yang mendapat tagihan pembayaran game online Rp 11 juta KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIMRirin Ike Wulandari, ibu yang mendapat tagihan pembayaran game online Rp 11 juta

KOMPAS.com - Seorang ibu asal Kediri, Ririn Ike Wulandari (37), terperanjat ketika mendapat tagihan pembayaran online sebesar Rp 11 juta.

Setelah ditelusuri, tagihan tersebut muncul setelah anak kandungnya bermain sejumah permainan online, antara lain Minecraft, Mobile Legend dan Free Fire.

Ririn akhirnya berkeluh kesah di Facebook atas kejadian tersebut. Menurutnya, situasi tersebut tak lazim karena dirinya sebelumnya telah membayar tagihan melalui sejumlah jasa pembayaran online, namun gagal terus.

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Kronologi tagihan Rp 11 juta untuk Ririn

Ilustrasi tampilan game smartphoneSHUTTERSTOCK Ilustrasi tampilan game smartphone

Dalam unggahannya di Facebook, Ririn menceritakan kronologi kasus yang menimpanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Unggahan tertanggal 5 April 2019 sore itu menjelaskan, Ririn hendak membayar tagihan bulanan telepon pascabayar suaminya.

Saat itu, pembayarannya melalui beberapa aplikasi jasa pembayaran online gagal dengan keterangan kurang bayar.

Hal itu membuatnya curiga karena biasanya tagihan teleponnya hanya kisaran Rp 40.000 saja dan saat itu dirinya merasa saldo di rekening lebih dari cukup.

Setelah itu Ririn mencoba mengecek melalui layanan m-banking. Dari situ diketahui tagihannya ternyata mencapai Rp 6 juta lebih.

Setengah tak percaya, Ririn, kemudian menginstal aplikasi layanan informasi dan pembayaran milik provider telepon langganannya itu.

Itu untuk memastikan apa yang baru saja dilihatnya dari m-banking itu, dan hasilnya sama.

"Di sana jelaslah terbaca oleh saya tagihannya 6.108.xxx. Saya panggil suami, dan kami shock berdua," lanjutnya.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, termasuk melalui email, notifikasi tagihan game online dari anaknya muncul.

"Dan, brudullah (datang bertubi-tubi) notifikasi di mana ada belasan tanda terima pembelian diamond di tiga game online yang saya tulis di atas," imbuhnya

Baca Juga: Kronologi Ibu di Kediri yang Dapat Tagihan Game Online Rp 11 juta

2. Jumlah tagihan yang harus dibayar Ririn

Ilustrasi tagihan kartu kredit.Dok. HaloMoney.co.id Ilustrasi tagihan kartu kredit.

Setelah bertanya kepada anaknya untuk memastikan jika anaknya yang menambahkan email dan nomor telepon bapaknya untuk tagihan pembelian diamond tersebut, tanpa sepengetahuannya, Ririn pun segera bergegas pergi ke kantor provider untuk meminta cetakan transaksi tagihan dan terungkap Rp 6.745.829.

Tagihan itu ternyata hanya selama kurun waktu 3-28 maret sehingga belum semua transaksi masuk.

Saat dilakukan pengecekan lagi, pada tanggal 1-2 April Ririn, menemukan transaksi lainnya sebesar Rp 4.803.000 sehingga total tagihan yang ditanggungnya sebesar Rp 11.548.829.

Tagihan-tagihan itu atas transaksi berbagai macam pembelian tool game online yang harganya bervariasi. Nilai pembelian itu ada yang Rp 15 ribu hingga Rp 1.499.000.

Baca Juga: Bandar Arisan Online Kabur, Peserta Merugi hingga Ratusan Juta

3. Memakai identitas ayah 

Ilustrasi email.SHUTTERSTOCK Ilustrasi email.

Setelah berbicara dengan anaknya yang masih berusia 12 tahun dan duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar, Ririn pun menceritakan, ada tiga game online yang menjadi kegemaran anaknya itu, yaitu Minecraft, Mobile Legend, dan Free Fire.

Tagihan itu rupanya untuk pembelian fasilitas pada masing-masing game itu. Saat ini Ririn masih menempuh berbagai cara untuk mengurus dan menyelesaikan tanggungannya itu.

Bahkan dia juga masih menghitung ulang total tagihan yang kemungkinan lebih besar. Seperti diketahui, hingga saat ini Ririn masih berusaha menyelesaikan kasus tersebut.

"Untuk transaksi berdasarkan invoice sudah saya rekap terpisah berdasarkan gamenya," ujar Ririn Ike Wulandari ketika ditemui Kompas.com di rumahnya, Kamis (11/4/2019)

Baca Juga: Anak Pakai Identitas Ayah, Penyebab Tagihan "Game Online" Ibu di Kediri Rp 11 Juta

4. Cara Ririn untuk selesaikan masalah tagihan game online

Screenshoot curhatan Ririn Ike Wulandari (37), seorang ibu di Kediri, Jawa Timur yang mendapat tagihan pembayaran game online anaknya hingga lebih dari Rp 11 juta, di akun Facebooknya. Dok. Facebook Ririn Ike Wulandari Screenshoot curhatan Ririn Ike Wulandari (37), seorang ibu di Kediri, Jawa Timur yang mendapat tagihan pembayaran game online anaknya hingga lebih dari Rp 11 juta, di akun Facebooknya.

Ririn menemukan ada 49 transaksi yang dilakukan anaknya. Jumlah itu Ririn tidak menghitung beberapa transaksi yang berhasi dibatalkan dari Google Play.

Besaran transaksi itu berbeda-beda tiap jenis game online dengan pembelian minimal Rp 15.000 hingga Rp 1 juta lebih.

Untuk Mobile Legend total tagihan transaksi Rp 3.431.000, Free Fire Rp 6.577.000, serta Minecraft dengan total tagihan Rp 789.000.

Ririn masih punya kesempatan penyelesaian sebelum tenggang pembayaran tagihan telepon pascabayar yang jatuh pada tiap tanggal 20.

Selain itu dia juga punya kesempatan untuk melakukan klaim keberatan di Google Play hingga waktu 90 hari usai transaksi.

Langkah itulah yang kini sedang dia lakukan. Yakni menghubungi langsung pengembang game maupun Google Play untuk membatalkan transaksi.

"Saya ambil dua cara itu," imbuhnya.

Baca Juga: Ini Upaya Ibu di Kediri Bayar Tagihan "Game Online" Anak Rp 11 Juta

5. Ririn harap para orangtua mulai waspada

Ilustrasi media sosialViewApart Ilustrasi media sosial

Ririn memang sengaja untuk berbagi pengalamannya itu dengan para orangtua lainnya. Harapannya, kasus tersebut tidak menimpa oranng lain dan mengajak orangtua lebih dekat dan membangun komunikasi dengan anak-anak mereka.

"Enggak berlebihan rasanya jika saya mengingatkan orang tua untuk benar-benar melek HP," tulis Ririn mengawali kisahnya dikutip Rabu (10/4/2019).

Ririn membenarkan bahwa itu akunnya dan menuliskan peristiwa itu sebagai pengalaman mahal baginya dan pembelajaran bagi orang tua. Hingga saat ini dia juga masih berupaya untuk menyelesaikan apa yang menimpanya itu.

"Kalau ada yang mau tau lengkap biar baca tulisan saya saja. Saya menjaga agar tidak ada pihak yang dirugikan," ujar Ririn mewanti-wanti.

Baca Juga: Cerita Ibu di Kediri Kaget Dapat Tagihan Game Online Rp 11 Juta

Sumber: KOMPAS.com (M Agus Fauzul Hakim)

 

 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.