PLN Rugi Rp 7,9 M Akibat Banjir Sentani, Fokus Perbaikan Transmisi

Kompas.com - 11/04/2019, 09:46 WIB
Suasana di Kampung Kemiri, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada 20 Maret 2019 yang terdampak bencana banjir bandang pada 16 Maret 2019 KOMPAS.com/DHIAS SUWANDISuasana di Kampung Kemiri, Kelurahan Dobonsolo, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada 20 Maret 2019 yang terdampak bencana banjir bandang pada 16 Maret 2019

JAYAPURA, KOMPAS.com - Bencana banjir bandang yang terjadi di Kabupaten Jayapura, Papua, pada 16 Maret 2019 juga berdampak pada infrastruktur kelistrikan yang ada di daerah tersebut.

Kerugian yang dialami bukan hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga penjualan listrik ke masyarakat.

Kerugian material yang dialami PLN kurang lebih mencapai Rp 1,5 miliar itu dari sisi material (tower transmisi). Kalau dari sisi penjualan, PLN mengalami kerugian mencapai Rp 7,4 miliar. 

Hal itu disampaikan Manajer Unit Pelaksana Pembangkitan PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat Nyoman S Rai, melalui rilis, Kamis (11/04/2019).


Baca juga: Tim DVI Polda Papua Kesulitan Kumpulkan DNA Pembanding Korban Banjir Sentani

"Maka dari itu, kami berupaya agar perbaikan tower transmisi ini dapat segera selesai," ujar Nyoman. 

Menurut dia, curah hujan yang cukup tinggi saat banjir bandang tersebut membuat dua unit tower transmisi yang berlokasi di Kampung Sabron, Distrik Sentani Barat mengalami kerusakan hingga harus dilakukan penggantian.

Adanya kerusakan tower transmisi tersebut menyebabkan suplai daya dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Orya Genyem ke jaringan kelistrikan Jayapura terputus hingga saat ini.

Hingga kini PLN sudah mengerahkan 40 personil untuk mengganti infrastruktur tersebut dan diupayakan sebelum penyelenggaraan Pilpres dan Pileg 2019, transmisi darurat sudah dapat digunakan.

Baca juga: Pengungsi Banjir Bandang Sentani Terserang Malaria hingga ISPA

"PLN menargetkan 16 april mendatang atau sebelum melakukan pemilu tower transmisi sudah pulih, sehingga PLTA Orya dapat bergabung pada sistem kelistrikan Jayapura," kata Nyoman.

Sebagai informasi, cakupal layanam Sistem Kelistrikan Jayapura melingkupi tiga kabupaten/kota, yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Kabupaten Keerom.

Suplai daya ke sistem tersebut berasal dari beberapa sumber, diantaranya PLTA Orya, PLTD Yarmok, PLTD Waena, PLTU Hoktekam dan PLTMG Jayapura.

Daya mampu maksimal dari sistem kelistrikan Jayapura sebelum bencana banjir bandang mencapai 90 MW dengan beban puncak 72 MW. Sedangkan suplai daya dari PLTA Orya adalah 16 MW.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X