KPU Kabupaten Bogor Menetapkan 3.494.743 DPT

Kompas.com - 11/04/2019, 08:26 WIB
Sejumlah warga mengantrieuntuk mendapatkan formulir A5 di Kantor KPU Cibinong Kabupaten Bogor, Rabu (10/4/2019) KOMPAS.com / AFDHALUL IKHSANSejumlah warga mengantrieuntuk mendapatkan formulir A5 di Kantor KPU Cibinong Kabupaten Bogor, Rabu (10/4/2019)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kabupaten Bogor menetapkan Daftar Pemilih Tetap ( DPT) sebanyak 3.494.743 berdasarkan rekapitulasi Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) ketiga.

Adapun rinciannya, pemilih laki-laki berjumlah 1.788.899 dan pemilih perempuan 1.705.844 yang tersebar di 40 Kecamatan, 435 Desa/Kelurahan dengan total 15.000 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"Kita menetapkan DPTHP ketiga menjadi 3.494.743 dengan jumlah TPS 15.000 pas," kata Ketua KPU Kabupaten Bogor Ummi Wahyuni ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (10/4/2019).

Jumlah DPT tersebut seiring adanya penetapan Daftar Pemilih Khusus(DPK) menjadi DPT berdasarkan rekomendasi Bawaslu Kabupaten Bogor Nomor 092/K.Bawaslu.JB.04/PM.00.00/IV/2019 tanggal 02 April 2019 tentang rekomendasi.


Baca juga: KPU Kabupaten Bogor Mulai Lakukan Pelipatan Kertas Suara Pileg 2019

"Terdapat penambahan pemilih baru sebanyak 35.092 pemilih dengan rincian pemilih laki-laki berjumlah 18.067 pemilih dan perempuan berjumlah 17.025 pemilih tersebar di sembilan kecamatan, 17 Desa/Kelurahan," sambung Ummi.

Adapun penambahan pemilih baru ini disebabkan data pemilih yang sebelumnya dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) berkurang menjadi 6.044 pemilih TMS dari sebelumnya 11.752 pemilih TMS.

Selain itu, pihaknya juga memfasilitasi pemilih disabilitas yang jumlahnya mencapai 1.453 terdiri dari tuna daksa 404, tuna netra 263, tuna wicara 267 dan tuna grahita 104.

"Data ini hasil rekapitulasi pada Selasa (2/4/2019) lalu," ucapnya.

Baca juga: Pleno KPU Kabupaten Bogor Diwarnai Aksi Protes Sejumlah Peserta Rapat

Kabupaten Bogor masuk kategori rawan

Ketua Divisi Bidang Pengawasan Bawaslu Kabupaten Bogor Burhanudin mengaku bahwa jumlah DPT sangat besar ditambah jumlah TPS sehingga Bawaslu pusat menetapkan Kabupaten Bogor berada pada kategori rawan.

Sadar akan hal itu, pihaknya pun akan meluncurkan indeks kerawanan TPS di sejumlah kecamatan.

"Tentunya kaitan dengan hal ini kita juga melakukan upaya-upaya maksimal kaitan strategi pengawasannya pencegahannya seperti apa dan itu juga kita lagi susun indeks kerawanan TPS di semua TPS kecamatan," ujarnya

"Nantinya kita berikan formulir dan diisi dengan kondisi TPS yang sekiranya rawan dari hasil pengisian itu kita maksimalkan, secepatnya kita punya data itu," tambahnya.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X