Selidiki Kasus Novel Baswedan, Nur Kholis Sebut Tim Bekerja Independen

Kompas.com - 10/04/2019, 21:14 WIB
Anggota Tim Pakar kasus Novel Baswedan, Nur Kholis memberikan keterangan kepada wartawan di Bandara Pattimura Ambon, Rabu (10/4/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYAnggota Tim Pakar kasus Novel Baswedan, Nur Kholis memberikan keterangan kepada wartawan di Bandara Pattimura Ambon, Rabu (10/4/2019)

AMBON, KOMPAS.com- Tim gabungan pencari fakta kasus Novel Baswedan, yang dibentuk Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, terus bekerja untuk mengungkap motif dan pelaku penyiraman air keras terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut.

Anggota tim gabungan Novel Baswedan, Nur Kholis mengatakan, saat ini pihaknya terus berusaha agar kasus yang menyita perhatian publik itu bisa dapat diungkap dan pelakunya bisa segera diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Kita bekerja sungguh-sungguh, jadi tim benar-benar bekerja independen untuk mengungkap kasus ini,” kata Nur Kholis kepada wartawan di Bandara Pattimura Ambon, Rabu (10/4/2019).

Baca juga: Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Periksa Saksi dan Cek 4 Lokasi di Bekasi

Tim gabungan berkunjung ke Kota Ambon, dalam rangka untuk melakukan uji alibi terkait kasus Novel Baswedan, selanjutnya mendalami setiap informasi yang didapat.

Dalam kunjungan itu, tim telah memeriksa sekitar tiga orang untuk dimintai keterangannya terkait kasus yang menimpa Novel Baswedan.

Menurut Nur Kholis, waktu yang diberikan bagi tim untuk bekerja hanya selama 6 bulan. Karena itu dia meminta kepada masyarakat yang mengetahui informasi mengenai kasus tersebut atau mengetahui para pelaku agar dapat melaporkan kepada pihaknya.

Baca juga: Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Periksa Sejumlah Orang di Ambon

Dia mengatakan pihaknya akan berkerja secara independen untuk melakukan pemeriksaan saksi dan juga berkoordinasi dengan lembaga-lambaga terkait lainnya dalam pengungkapan kasus tersebut.

“Kemudian kita juga minta keterangan ahli, untuk laporan sementara, apa progres kegiatan ada di laporan ini tapi laporan belum bisa diungkap,” ujarnya.

Baca juga: Tim Gabungan Kasus Novel Baswedan Diminta Sampaikan Hasil Kerja

Terkait masalah tersebut, dia juga meminta dukungan masyarakat agar dapat memberikan informasi jika ada yang mengetahui kasus tersebut. Sebab pihaknya berkeinginan agar kasus itu dapat diungkap ke publik.

“Substansinya belum bisa kita sampaikan ke media, nanti pada waktunya kita sampaikan. Tapi informasi ini kami share ke media karena kami ingin juga publik tahu tim sedang bekerja, makanya kami minta agar masyarakat yang mengetahui informasi tentang kasus ini bisa melaporkan agar kasus ini dapat terungkap,” ungkpanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hasil Rapid Test, 4 ODP di Garut Positif Corona

Hasil Rapid Test, 4 ODP di Garut Positif Corona

Regional
Kabar Baik, Pasien Positif Corona Pertama di Kota Tegal Sembuh

Kabar Baik, Pasien Positif Corona Pertama di Kota Tegal Sembuh

Regional
Mobil Berisi Amunisi dan Makanan Diamankan, Polisi Sebut untuk Pasok KKB Hengky Wamang

Mobil Berisi Amunisi dan Makanan Diamankan, Polisi Sebut untuk Pasok KKB Hengky Wamang

Regional
Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Lokasi Ditentukan, 6 Warga Diminta Antar Suplai Bahan Makanan untuk KKB ke Sebuah Jembatan

Regional
Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Pulang dari Nunukan Naik KM Lambelu, Warga Buton Pilih Isolasi Diri di Kebun

Regional
Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Seorang Pasien Positif Corona Meninggal Saat Sedang Hamil 8 Bulan

Regional
Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Kisah Rangga, Mahasiswa S2 Filsafat UGM Seminar Tesis Online, Bergantung Koneksi Internet

Regional
Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Duduk Perkara Warga Cianjur Tolak Pemakaman Jenazah PDP Corona

Regional
Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Video Saat Dipukul Nenek Jadi Viral, Kepala Desa Lapor ke Polisi karena Merasa Malu

Regional
Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Awal Mula Penangkapan 6 Orang Penyuplai Bahan Makanan dan Amunisi untuk KKB

Regional
Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Bangka Belitung Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Fakta Viral Tenaga Medis Shalat Pakai APD di Ruang Isolasi Pasien Corona

Regional
Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Jerit Peternak Ayam di Berbagai Daerah di Tengah Wabah Corona, Harga Anjok hingga Terpaksa Musnahkan Anak Ayam

Regional
Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Duduk Perkara Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk dan Hampir Tabrak Tentara Berpangkat Kolonel

Regional
Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Fakta Anggota DPRD Sumbar Diduga Mabuk Sambil Berkendara, Diamankan Aparat TNI dan Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X