Tolak Layani Pemesan, Mucikari di Ambon Ancam Sebar Video Mesum Dua Siswi SMP

Kompas.com - 10/04/2019, 19:12 WIB
Sambil menutupi wajahnya, SH alias Ocah (25) digiring polisi ke sel tahanan Polres Pulau Ambon seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik unit PPA Satreskrim Polres Pulau Ambon, Rabu (10/4/2019) KOMPAS.com/RAHMAT RAHMAN PATTYSambil menutupi wajahnya, SH alias Ocah (25) digiring polisi ke sel tahanan Polres Pulau Ambon seusai menjalani pemeriksaan oleh penyidik unit PPA Satreskrim Polres Pulau Ambon, Rabu (10/4/2019)


AMBON, KOMPAS.com- SH (25) tersangka kasus prostitusi dan perdagangan anak di Ambon, sempat mengancam dua siswi SMP, yang menjadi korban dalam kasus prostitusi anak jika menolak melayani pria hidung belang yang ingin berkencan dengan keduanya.

Ancaman dari tersangka itu terungkap setelah dua siswi SMP yang menjadi korban dalam kasus tersebut yakni yakni NR (15) dan DA (14) memberikan keterangan kepada penyidik PPA Polres Pulau Ambon saat menjalani pemeriksaan.

“Para korban mengaku sempat diancam oleh tersangka SH jika tidak mau melayani pria hidung belang yang memesan mereka,” kata Kasubbag Humas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Julkisno Kaisupy kepada Kompas.com, Rabu (10/4/2019) malam.

Baca juga: Polisi Tangkap Mucikari Penjual Anak di Ambon

Dia menyebut, dari keterangan para korban, tersangka SH mengancam akan menyebar video mesum milik kedua siswi SMP itu, jika kedua anak tersebut tidak menuruti keinginan tersangka untuk berkencan dengan para pria hidung belang.

“Kedua korban mengaku kalau SH, mengancam akan menyebar video mesum keduanya jika tak mau melayani para pemesan,” kata Julkisno.

Meski begitu, kata Julkisno. Barang bukti adanya video mesum itu belum dapat dibuktikan sebab dari hasil pemeriksaan tersangka, penyidik belum menemukan adanya bukti bahwa SH telah merekam adegan mesum kedua siswi SMP tersebut.

“Masih belum ada bukti, tapi itu pengakuan dari korban. Jadi mungkin korban ini digertak agar menuruti,” ujarnya.

Baca juga: Kronologi Polisi Bekuk Mucikari Prostitusi Online di Makassar

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik, kedua siswi SMP di Ambon itu sudah tiga kali melayani pria hidung belang sejak akhir bulan Maret lalu. Salah satu pelaku yang terlibat dalam kasus itu merupakan seorang oknum Anggota TNI yakni sersan SE.

Kasus ini terbongkar setelah salah satu keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada polisi. Saat ini SH yang berperan sebagai mucikari telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Dia ditangkap di Bandapar Pattimura Ambon, Selasa kemarin saat akan kabur ke luar Maluku.

Adapun oknum Anggota TNI yang terlibat dalam kasus prostitusi anak itu saat ini sedang diburu Detasemen Pom XVI Pattimura. Atas keterlibatannya dalam kasus tersebut, yang bersangkutan terancam mendapat sanksi berat hingga pemecatan. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Anak Kos Mengeluh Sakit, Tetangga Bantu Cari Kartu Identitas di Lemari, Malah Ketemu Mayat Bayi

Regional
Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Regional
Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Regional
Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Regional
Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6,1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Regional
Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Regional
Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X