Gabung Grup WhatsApp Timses Anak Gurbernur, Tiga Pejabat di Banten Diputus Bersalah

Kompas.com - 10/04/2019, 05:52 WIB
Komisioner Bawaslu Banten Badrul Munir Dok. Badrul MunirKomisioner Bawaslu Banten Badrul Munir


SERANG, KOMPAS.com - Tiga orang pejabat di Provinsi Banten diputus bersalah setelah melalui proses pemeriksaan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ketiganya dianggap menyalahi aturan setelah bergabung dalam grup WhatsApp timses anak Gurbernur.

Komisioner Bawaslu Banten, Badrul Munir mengatakan, dalam kasus grup WhatsApp tersebut, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap lima pejabat terlapor, dua di antaranya adalah kepala dinas.

Lima pejabat tersebut antara lain Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Babar Suharso, Kepala Dinas Pertanian Agus Tauchid, Kepala Badan Pengembangan SDM Daerah Banten Endrawati, Kasubag TU Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan wilayah Pandeglang Asep Saifullah dan Kasubag TU KCD Pendidikan wilayah Cilegon-Serang Fathurrohman.

Baca juga: Maruf Amin Klaim Sudah Unggul Tipis di Banten

"Ketiganya FR (Faturrahman) AT (Agus Tauchid) dan BS (Babar Suharso)," kata Badrul, kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Selasa (9/4/2019) malam.

Badrul mengatakan, dalam rapat pleno yang dilakukan oleh Bawaslu Banten, Selasa, diputuskan ketiganya terbukti melakukan pelanggaran hukum lainnya, yakni netralitas ASN, dan akan dikenakan sanksi.

Namun, untuk sanksinya, menurut Badrul, akan direkomendasikan kepada pimpinan kepegawaian terkait dalam hal ini Komisi Aparatur Sipil Negara atau KASN atau Sekda.

Sementara, dua pejabat terlapor lain, yakni Endrawati dan Asep Saifullah, Bawaslu membebaskan dari sanksi lantaran tidak terbukti melanggar.

Baca juga: Menpar Sebut Pantai di Banten Aman dari Dampak Status Gunung Anak Krakatau

"Untuk dua terlapor lainnya tidak cukup kuat alasannya, sehingga tidak direkomendasikan untuk diberi sanksi," kata dia.

Badan Pengawas Pemilu Provinsi Banten sebelumnya melakukan pemeriksaan terhadap kelima pejabat tersebut dalam dalam kurun waktu 26 Maret hingga 1 April 2019.

Mereka dipanggil atas dugaan keterlibatan menjadi timses calon anggota DPD RI, Fadhlin Akbar yang juga anak Gurbernur Banten Wahidin Halim di grup WhatsApp.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X