Kemenkominfo Uji Coba Radio Komunikasi Kebencanaan di Pangandaran

Kompas.com - 09/04/2019, 21:30 WIB
Menkominfo Rudiantara menerima penjelasan terkait penggunaan radio komunikasi kebencanaan saat ujicoba di Plaza Telkom Pangandaran, Selasa petang (9/4/2019). KOMPAS.com/CANDRA NUGRAHAMenkominfo Rudiantara menerima penjelasan terkait penggunaan radio komunikasi kebencanaan saat ujicoba di Plaza Telkom Pangandaran, Selasa petang (9/4/2019).

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menguji coba radio komunikasi kebencanaan di Plasa Telkom Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Mendukung penerapan radio tersebut, Kementerian Kominfo sudah mengalokasikan frekuensi radio 700 MHz.

"Uji coba satu bulan," kata Menteri Kominfo Rudiantara usai memantau alat radio komunikasi kebencanaan di Plasa Telkom Pangandaran, Selasa.

Sejumlah stakeholder yang terlibat dalam uji coba di antaranya BPBD Pangandaran, BMKG, Basarnas, Bakamla, Komisi 1 DPR RI, dan TNI-Polri. Nantinya, kata Rudiantara, pihaknya akan mengevaluasi kinerja radio komunikasi ini.

"Setelah ini kita evaluasi, kita ketemu di kantor pusat, Basarnas, BNPB, BMKG, semua pemangku kepentingan ketemu," katanya.

Baca juga: Kolaborasi Riset Kebencanaan Indonesia-Inggris Senilai Rp 31 Miliar

Rudiantara menjelaskan, dipilihnya Pangandaran sebagai tempat uji coba karena frekuensi 700 MHz di daerah ini tidak banyak digunakan oleh TV analog. Selain itu, karena indeks bencana di Pangandaran cukup tinggi, di angka 16.

Rudiantara mengatakan, frekuensi radio komunikasi kebencanaan tidak bisa dipakai masyarakat luas. Frekuensi ini hanya bisa dipergunakan stakeholder terkait.

"Tugas Kominfo mengalokasikan frekuensi tersebut. Teknologi ini mau dipakai di mana, aplikasi dipakai apa, tergantung masing-masing otoritas dari lembaga berkaitan dengan masalah kebencanaan," jelasnya.

Uji coba radio kebencanaan ini karena Indonesia merupakan negara rawan bencana, seperti gempa bumi, gunung meletus, longsor, tsunami, banjir, puting beliung hingga fenomena likuifaksi yang bisa menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur.

Pemulihan ekonomi dan penanggulangan bencana perlu dilakukan secara responsif.

"Kita butuh sistem komunikasi radio yang andal," kata Rudiantara.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menantu Jokowi Dikabarkan Melahirkan Hari Ini, Gibran Siapkan Nama

Menantu Jokowi Dikabarkan Melahirkan Hari Ini, Gibran Siapkan Nama

Regional
Pelaku Penyerangan Mahasiswa UMI Makassar Jarang Ikuti Perkuliahan

Pelaku Penyerangan Mahasiswa UMI Makassar Jarang Ikuti Perkuliahan

Regional
Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Pasar Kuok Pesisir Selatan Terbakar, 32 Toko Ludes Dilalap Api

Regional
Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Pascagempa Maluku Utara, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan dan Korban Jiwa

Regional
Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Gubernur NTT: Pembagian Fee Blok Masela Kewenangan Pemerintah Pusat

Regional
Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Gempa Magnitudo 7,1, Turis di Manado Sempat Panik

Regional
7 Hal Penting Kasus 'Pembubaran' Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

7 Hal Penting Kasus "Pembubaran" Piodalan, 9 Tahun Urus Izin hingga Polisi: Tak Ada Pembubaran

Regional
Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Kecelakaan Maut, Polisi Tetapkan Sopir Bus PO Sinar Jaya Tersangka

Regional
Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Biaya Pengobatan Tak Ditanggung BPJS, Keluarga Mahasiswa Korban Pembacokan Buka Donasi

Regional
Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Wakil Ketua DPRD Jabar: Kolam Renang Pribadi Penting untuk Ridwan Kamil

Regional
Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Ketika Grup Kasidah dan Paduan Suara Gereja Berkolaborasi di Pesparani Katolik Papua

Regional
BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

BMKG: Tercatat 28 Kali Gempa Susulan, Warga Diimbau Waspada Bangunan Retak dan Rusak

Regional
Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Warga Ungkap Perilaku Pasutri Terduga Teroris Cianjur sebelum Ditangkap

Regional
28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

28 Kali Gempa Susulan Guncang Maluku Utara Pasca-gempa Magnitudo 7,1

Regional
Fakta Para Calon Kades Sediakan 'Doorprize' Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Fakta Para Calon Kades Sediakan "Doorprize" Mobil hingga Umrah, Kalau Kalah Dikembalikan ke Diler

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X