Pasca-Viral Sampah Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun, Pemkab Malang Akui Sulit Cegah Sampah Plastik Dibuang ke Laut

Kompas.com - 09/04/2019, 21:16 WIB
Foto sampah plastik bungkus Indomie bertuliskan Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku ditemukan di Pantai Sendang Biru di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, viral di media sosial. dok TwitterFoto sampah plastik bungkus Indomie bertuliskan Dirgahayu 55 Tahun Indonesiaku ditemukan di Pantai Sendang Biru di selatan Kabupaten Malang, Jawa Timur, viral di media sosial.

MALANG, KOMPAS.com - Kepala Bidang Pengolahan Sampah dan Limbah B3 pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Malang, Renung Rubiyatadji mengatakan, sebaran permukiman yang mengelompok dalam jumlah kecil membuat pihaknya kewalahan mengentaskan masalah sampah plastik.

Sampah plastik di laut selatan Kabupaten Malang menjadi perhatian setelah viral temuan bungkus Indomie berusia 19 tahun di Pantai Sendang Biru. Meski usianya sudah cukup lama, sampah plastik itu masih utuh dan belum ada tanda-tanda akan terurai.

Renung mengatakan, sampai saat ini masyarakat di Kabupaten Malang masih membuang sampah sembarangan. Terutama masyarakat yang dekat dengan pantai selatan. Sampah itu masuk ke sungai dan terbawa arus hingga ke laut.

"Ini perlu lihat peta hidrologi sungai di Malang selatan. Seperti sungai yang ada di Bajul Mati yang kelihatan gede loh, sama sungai-sungai lainnya yang menuju laut selatan," jelasnya, Selasa (9/4/2019).

Baca juga: Viral, Foto Sampah Plastik Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun di Sendang Biru, Malang

Karena itu, pihaknya menilai bahwa pembangunan TPS3R merupakan solusi tepat mengurangi sampah plastik. TPS3R merupakan tempat pengolahan sampah yang menggunakan prinsip reduce, reuse dan recycle (3R).

Nantinya, sampah itu akan dipilah. Sampah anorganik akan diolah supaya bernilai ekonomis dan sampah organik akan dijadikan kompos atau biogas.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Lokasi-lokasi penyebaran permukiman yang kami kesulitan untuk pelayanan persampahan. Maka model pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui TPS3R lah yang cocok atau Bank Sampah. Ini kalau tidak ada pengelolaan sampah yang baik perilaku masyarakat membuang sampah seenaknya," jelasnya.

Baca juga: Kicauan Di-RT Menteri Susi, Mahasiswi Penemu Sampah Plastik Bungkus Indomie Berusia 19 Tahun Kaget.

Selain itu, pihaknya akan mengupayakan penyediaan tempat pemprosesan akhir (TPA) sampah di Jalur Lintas Selatan (JLS). Jalur tersebut dibangun di sepanjang pantai Malang selatan sebagai akses wisata. Sebab, Kabupaten Malang terkenal dengan deretan pantainya yang memiliki karakter masing-masing.

Menurutnya, penyediaan TPA itu harus bekerjasama dengan pihak Pehutani. Sebab, pantai Malang selatan merupakan wilayah Perhutani.

"Kita pada saat ini berupaya untuk menyediakan TPA (tempat pemprosesan akhir) sampah di kawasan jalur lintas selatan, yaitu dengan cara pinjam pakai hutan produksi ke pihak Perhutani. Karena, kawasan selatan sebagian besar di bawah kendali teman-teman Perhutani, termasuk perkembangan pariwisata di daerah selatan sebagian besar usaha pariwisata yang bekerjasama dengan Perhutani," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X