Diduga Lakukan Penistaan Agama, Pemuda di Bangka Ditangkap Polisi

Kompas.com - 09/04/2019, 17:29 WIB
Massa mendatangi kantor Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (9/4/2019). KOMPAS.com/HERU DAHNURMassa mendatangi kantor Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (9/4/2019).

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Polisi menahan DR (25), warga Jebus, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung karena mengunggah rekaman video yang berisi dugaan penistaan agama. Aksi DR tersebut sempat mematik kemarahan sejumlah ormas.

"Dari Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus), pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka," kata Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (9/4/2019).

Pada video berdurasi sekitar empat menit, pelaku mengomentari salah satu ibadah yang dilakukan salah satu agama. Pada adegan lain, pelaku memeragakan azan dan mengatakan kata-kata sindiran.

"Hanya omong besar," kata pelaku dalam adegan tersebut.


Baca juga: Slamet Melawan Diskriminasi Agama, Berharap Tak Ada Lagi Aturan Serupa

Video yang diunggah tiga hari lalu itu beredar dengan cepat di akun grup WhatsApp, Facebook dan YouTube.

Sementara itu, pada Selasa siang, kantor Ditkrimsus Polda Kepulauan Bangka Belitung dipenuhi massa yang menuntut kejelasan status hukum pelaku.

Baca juga: Seminar PSKP UGM Ulas Isu Ancaman Ekstremisme Agama di Indonesia

Massa meminta polisi segera mengambil tindakan tegas untuk menghindari aksi main hakim sendiri. Sebelum DR diamankan polisi, massa sempat mendatangi rumah DR dan bertemu keluarganya di Jebus. 


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X