8 Titik Longsor Tutup Jalan Kuningan-Cikijing, 24 Kendaraan Terjebak

Kompas.com - 09/04/2019, 16:15 WIB
Sejumlah kendaraan roda empat terjebak dan tak dapat melintasi jalur Kuningan ? Cikijing karena tertutup material longsor sejak Senin (8/4/2019) malam. Kompas.com/ MUHAMAD SYAHRI ROMDHONSejumlah kendaraan roda empat terjebak dan tak dapat melintasi jalur Kuningan ? Cikijing karena tertutup material longsor sejak Senin (8/4/2019) malam.

MAJALENGKA, KOMPAS.com – Sebanyak delapan titik longsor menutup Jalan Raya Kuningan – Cikijing, pada Selasa (9/4/2019). Arus lalu lintas di jalan nasional ini terhenti sementara, dan dialihkan ke sejumlah jalur alternatif.

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional Wilayah III Jawa Barat Kementerian Pekerjaan Umum, Permana Adi Santosa mengatakan, longsor di jalur nasional ini terjadi pada Senin malam (8/4/2019).

Intensitas hujan yang tinggi serta kondisi tanah yang sudah tidak kuat menahan beban di bagian hulu diduga menjadi penyebab terjadinya longsor.

“Ini karena curah hujan yang cukup tinggi. Kita tidak bisa prediksi, karena tebing yang cukup terjal dan mungkin sudah jenuh air, sehingga menyebabkan longsor,” kata Permana usai meninjau lokasi, Selasa.

Baca juga: Longsor di Tambang Intan Kalsel, 5 Penambang Tewas dan 2 Selamat

Permana menjelaskan, jarak antara titik longsor pertama hingga titik longsor kedelapan atau yang paling akhir adalah sepanjang sekitar satu kilometer. Hal itu yang membuat proses pembersihan material longsor berupa tanah, bebatuan dan pepohonan yang tumbang, membutuhkan kerja keras dan alat berat.

Pihaknya menunggu alat berat yang rencananya datang pada Selasa petang. Beberapa di antaranya 1 ekskavator dan satu loder dari Cisumdawu, 1 ekskavator dari Waduk Darma, dan satu ekskavator dari balai Cikampek.

Baca juga: Jalur Palopo-Toraja Masih Longsor, Pengendara Diminta Hati-hati

Permana mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Mereka akan bekerjasama agar proses pembersihan dapat berlangsung tiga hingga empat hari.

Target tersebut dapat terealisasi bila kondisi cuaca mendukung. Namun, bila sebaliknya, proses pembersihan akan terhambat.

Kendaraan terjebak

Koordinator Lapangan Cirebon-Kuningan-Ciamis Kementerian PU PR Balai Enam Jawa Barat, Supriyadi menjelaska, selain menutup jalur nasional, material longsor juga menyebabkan 21 kendaraan roda empat dan 3 kendaraan roda dua terjebak di setiap titik longsor.

Sebanyak 9 kendaraan roda empat dan 3 buah motor terjebak di antara titik longsor kedua dan ketiga, 11 roda empat terjebak di antara titik longsor ketiga dan ke empat, serta 1 truk terjebak di antara titik longsor ke empat dan kelima.

Seluruh pemilik kendaraan serta penumpang, kata Supriyadi, sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman sejak Senin malam oleh tim gabungan.

“9 mobil, 3 motor, terjebak, orangnya sudah diamankan, selamat. Terus ini ada 11 mobil, terus ini 1 mobil,” ujar Surpiyadi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Besaran Kekayaan Kandidat Pilkada Karawang 2020: Aep Syaepuloh Rp 391,7 M, Adly Fairuz Rp 8,5 M

Regional
Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Lolos Program Kartu Prakerja, Penyintas Covid-19: Itu Berkah Selama Karantina Mandiri...

Regional
Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Kasus Foto Calon Petahana Pilkada PALI di Bungkusan Bantuan Dilimpahkan ke Bawaslu Sumsel

Regional
Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Ada Libur Panjang, Ridwan Kamil Minta TNI Polri Perbanyak Patroli di Objek Wisata dan Penginapan

Regional
Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Demi Bertahan di Masa Pandemi, 2 Ibu Ini Gendong 18 Kg Ubi untuk Dijual Keliling, Kadang Tak Laku

Regional
Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Diguyur Hujan Seharian, Atap IGD RSUD Ciamis Ambruk, Sekuriti Jadi Korban

Regional
Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Update Uji Klinis Vaksin Covid-19, Sebanyak 1.620 Relawan Sudah Dapat Suntikan Pertama

Regional
Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Bupati Blora hingga Calon Wali Kota Petahana Semarang Menyanyi Tanpa Masker, Ini Kata Ganjar

Regional
Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai 'Rapid Test' Nonreaktif

Nias Tak Lagi Diisolasi gegara Covid-19, Pengunjung Cukup Pakai "Rapid Test" Nonreaktif

Regional
Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Sekda DIY Harap Pembayaran Ganti Rugi Tol Yogya-Solo Berjalan Lancar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

[POPULER NUSANTARA] Subsidi Gaji Gelombang Kedua Disalurkan Sebelum November | Pembunuh Bocah 9 Tahun Itu Tewas di Tahanan

Regional
Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Diyakini Meninggal jika Disatukan, Kembar Trena Treni Dititipkan Sejak Bayi, Terpisah Selama 20 Tahun

Regional
Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Sekelompok Pemuda di Baubau Serang Warga Pakai Sajam, 8 Ditangkap

Regional
Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Kisah Penyintas Covid-19 Dikucilkan, Jalan Depan Rumah Diblokade, Jadi Pukulan Telak Saat Isolasi Mandiri

Regional
Kisah Perjuangan Riyan Nugroho, Berprofesi Driver Ojol hingga Jadi Dosen UGM

Kisah Perjuangan Riyan Nugroho, Berprofesi Driver Ojol hingga Jadi Dosen UGM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X