Kisah Budiono, Pria Mirip Jokowi yang Blusukan Mengajarkan Reog di Magetan

Kompas.com - 08/04/2019, 22:08 WIB
Selamanya reog itu tetap reog Ponorogo. kelestariannay terletak pada generasi muda.KOMPAS.com/SUKOCO Selamanya reog itu tetap reog Ponorogo. kelestariannay terletak pada generasi muda.

Meski memiliki darah seni reog yang mengalir dari kakek dan bapaknya yang juga memiliki grup seni reog di tahun 1950-an, namun Budiono memilih menekuni profesi sebagai reparasi elektronik.

Apalagi, sejak tahun 1970-an hingga tahun 2000-an, keberadaan grup reog di Kabupaten Magetan seakan mati suri. Saat itu, keberadaan seni reog di Magetan hanya terlihat saat ada pesta memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada tahun 2004, Budiono yang telah berhenti membuka bengkel elektronik, mulai mendidik anak-anak di lingkungan desanya main reog untuk ditampilkan di acara panggung hiburan HUT Kemerdekaan RI.

Baca juga: Reog Milik Kembaran Jokowi Siap Sambut Kampanye Sandiaga di Magetan

 

Acara tahunan tersebut akhirnya dimanfaatkan oleh Budiono untuk merekrut anak-anak remaja yang ingin mempelajari seni reog untuk ditampilkan di acara panggung 17-an.

“Tampilnya ya setahun sekali. Habis tampil ya tahun depan baru latihan lagi untuk tampil di panggung 17-an,” kata dia.

Untuk tapil pertama di tahun 2004, grup reog Budiono terpaksa mengambil peralatan reog seperti gendang, gong dan dadak merak milik orangtuanya yang disimpan di Kecamatan Parang, untuk di Boyong di Jalan Kelud Magetan, tempat tinggalnya sekarang.

Karena lama tak digunakan, sebagian besar peralatan milik orangtuanya tersebut lebih banyak yang mengalami kerusakan. Dengan peralatan seadanya dan dukungan dari sebagian remaja di Magetan yang ingin menggeluti seni reog, penampilan grup reog Budiono berjalan lancar.

Blusukan demi mengajarkan reog secara gratis

Sejak tahun 2004 tersebut, Budiono kemudian sering melakukan “ blusukan” ke sejumlah desa yang memiliki grup reog untuk mengajak generasi muda di desa tersebut, kembali menggeluti seni reog.

Untuk menularkan seni reog tersebut, Budiono tak pernah memungut biaya. Meski demikian, tak banyak remaja di Magetan yang ingin serius emngeluti kesenian reog.

Usahanya menularkan seni reog seakan tak pernah membuahkan hasil. Antusiasme remaja di Magetan tinggi hanya saat memasuki bulan Agustus, di mana dipastikan ada penampilan reog dalam panggung hiburan memperingati HUT Kemerdakaan RI.

Namun, upaya tersebut terus dilakukan oleh Budiono. Hingga tahun 2012, Budiono secara resmi membentuk grup reog Singo Among Putro.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Çerita Dibalik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Çerita Dibalik Video Viral Kawanan Lumba-lumba di Perairan Bali Utara, Muncul Pagi Hari di Jalur Transit

Regional
4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

4 Fakta Perampokan BRI di Kalbar, Pelaku Tusuk Satpam hingga Terekam CCTV

Regional
 Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Tiga Anggota TNI Dikeroyok Saat Bertugas, Puluhan Warga Ditangkap

Regional
Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran 'Wirid' yang Dibaca Risma

Banyak Rebut Aset Pemkot, Khofifah Penasaran "Wirid" yang Dibaca Risma

Regional
Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Pembunuh Mahasiswa Asal Timor Leste Lebih dari Satu Orang

Regional
Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Suhu Dingin 15,9 Derajat di Malang, Hindari Es dan Keluar Malam

Regional
Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Cegah Penyalahgunaan Dana Reklamasi, KPK Sidak Perusahaan Tambang

Regional
Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Cerita Kakek Mahmud yang Enggan Berpisah dengan Istrinya Saat Pergi Haji Bersama

Regional
Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Kepala Jenazah Mahasiswa Timor Leste yang Terbungkus Selimut Winnie The Pooh Hilang

Regional
Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Jumlah Siswa di SMK Ini Terus Menyusut, Tahun Ini Hanya Terima 1 Murid Baru

Regional
Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Risma Ingin Ubah Nama Jalan Bung Tomo Surabaya

Regional
Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Pantai Selatan Yogyakarta Rawan Potensi Gempa dan Tsunami, Ini yang Harus Dilakukan

Regional
Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Tidak Netral Saat Pemilu, Ketua Bawaslu Surabaya Dipecat

Regional
Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Cerita Laila-Laili, Si Kembar Lumpuh yang Dibesarkan Penjual Karak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Driver Ojek Online Ditagih Utang Bank Rp 10 Juta | Risma 'Panas Dingin' Saat Dapatkan Kembali Aset YKP

[POPULER NUSANTARA] Cerita Driver Ojek Online Ditagih Utang Bank Rp 10 Juta | Risma "Panas Dingin" Saat Dapatkan Kembali Aset YKP

Regional
Close Ads X