Jokowi: Saya Sudah Tidak Ingat Lagi Berapa Kali Datang ke NTT...

Kompas.com - 08/04/2019, 14:07 WIB
Capres nomor urut 01 Jokowi saat memberikan orasi politik di Lapangan Sitarda Kota Kupang, Senin (8/4/2019). KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERECapres nomor urut 01 Jokowi saat memberikan orasi politik di Lapangan Sitarda Kota Kupang, Senin (8/4/2019).

KUPANG, KOMPAS.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo ( Jokowi) berkampanye di Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Senin (8/4/2019) siang.

Saat berkampanye di hadapan puluhan ribu massa pendukungnya, Jokowi mengaku sudah tidak ingat lagi berapa kali datang ke NTT.

"Saya sudah tidak ingat lagi berapa kali datang ke NTT, karena sudah sering kali datang," sebut Jokowi yang disambut teriakan massa pendukung.

Menurut Jokowi, dirinya sudah delapan kali berkunjung ke beberapa daerah di NTT.

Baca juga: Fakta Ujaran Kebencian Tentang Jokowi di Bogor, Dua Pria Ditangkap hingga Mengaku Anggota FPI

Kunjungan itu sebut Jokowi, paling banyak dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia.

"Saya sudah delapan kali datang ke NTT, karena saya cinta NTT. Daerah lainnya, paling hanya satu atau dua kali saya datangi. Tapi NTT berkali-kali,"kata Jokowi.

Karena itu Jokowi berharap, warga NTT bisa mendukungnya sebagai presiden dalam pemilihan umum 17 April 2019 mendatang.

Baca juga: Jokowi Akan Disambut Pesta Kebudayaan di Kupang

Pantauan Kompas.com, di Kota Kupang, Jokowi hanya memberikan sambutan sekitar 10 menit lamanya.

Setelah memberikan sambutan, Jokowi lalu memberi contoh simulasi pencoblosan bersama sejumlah pengurus partai pendukung.

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Bayi Berusia 6 Hari Positif Terjangkit Virus Corona di NTB

Regional
Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Mobilnya Tabrak Rumah Warga, Kapolsek Ini Dicopot dan Ditahan

Regional
Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Hari Terakhir PSBB, Penambahan 1 Kasus Covid-19 di Kota Malang

Regional
Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Lelah Periksa Swab Ratusan PDP di Jatim, Tim Mobil PCR Minta Libur

Regional
Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Detik-detik Keluarga Pasien Corona yang Kabur Adang dan Peluk Polisi hingga Ketakutan Tertular Saat Penjemputan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

[POPULER NUSANTARA] Soal Mobil PCR dan Kemarahan Risma | Video Pria Bugil Lari di Depan Hotel

Regional
Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Fakta Dua Anggota KKB Papua Reaktif Rapid Test dan Ditangkap Usai Jalani Isolasi

Regional
Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Fakta 3 Tahanan di Luwu Timur Kabur dari Rutan, Bengkokkan Terali, Satu Orang Ditembak

Regional
Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X