Pengusaha China Lirik Budidaya Teripang di Lingga

Kompas.com - 08/04/2019, 12:44 WIB
Bupati Lingga, Alias Wello, Direktur CFA, Pang Debin dan perwakilan Apindo Kepri, Eksan Fensuri. DOK PEMKAB LINGGABupati Lingga, Alias Wello, Direktur CFA, Pang Debin dan perwakilan Apindo Kepri, Eksan Fensuri.

LINGGA, KOMPAS.com - China Fisheries Association (CFA) atau Asosiasi Perikanan China mulai melirik potensi pengembangan budidaya teripang pasir (holothuria scabra) di perairan Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau.

Hal itu terungkap setelah sejumlah pengusaha perikanan China yang dipimpin langsung oleh Direktur China Fisheries Association, Pang Debin melakukan survei potensi perikanan selama dua hari di daerah yang dikenal dengan sebutan Bunda Tanah Melayu itu.

Selama dua hari di Lingga, para pengusaha perikanan China tersebut diajak Bupati Lingga, Alias Wello mengunjungi Kecamatan Singkep Barat, Senayang dan Katang Bidare.

"Potensinya luar biasa. Saya melihat budidaya teripang pasir dan udang vaname sangat cocok di daerah Lingga" kata Pang Debin saat ditemui Kompas.com di Batam, Senin (8/4/2019).


Baca juga: Anak Suku Laut di Lingga Akhirnya Miliki Taman Bacaan

Bahkan dirinya menegaskan, setibanya China, dirinya dan tim segera mempersiapkan rencana investasi di Lingga.

Sementara itu, Bupati Lingga Alias Wello mengatakan tidak menutup mata terhadap sektor perikanan yang selama ini menjadi penopang perekonomian masyarakat Lingga, yang mayoritas menggantungkan hidupnya dari sektor tersebut.

Awe, sapaan akrab Bupati Lingga ini mengaku tahun ini pihaknya mulai menggarap potensi sektor perikanan dan pariwisata karena dianggap mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Lingga.

"Kami tak pernah menutup mata. Namun, kami juga harus maklum bahwa anggaran pemerintah sangat terbatas. Karena itu, harapan terbesar kita bagaimana mengajak investor swasta berkontribusi disektor ini," jelasnya.

Baca juga: Bupati Lingga Desak PT SSLP Kembalikan 400 Sertifikat Tanah Milik Warga Linau

Apalagi, tambah Awe, kewenangan di bidang kelautan sudah beralih dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi, pasca terbitnya Undang-Undang Nomor : 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

"Tadi saya sudah dapat gambarannya. Mereka sangat tertarik mengembangkan budidaya teripang pasir dan udang vaname. Apalagi, teripang yang kaya protein dan kolagen ini pasarnya cukup besar di luar negeri," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X