Atasi Banjir, Bupati Bandung Minta Pembangunan Terowongan Najung Dipercepat

Kompas.com - 08/04/2019, 12:33 WIB
Warga melintasi genangan banjir luapan sungai Citarum di Kawasan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). Banjir luapan Sungai Citarum tersebut merendam tiga kecamatan di kawasan Bandung Selatan yang berdampak sejumlah akses jalur provinsi dari Kota ke Bandung selatan tertutup dan ratusan warga kembali mengungsi. ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBIWarga melintasi genangan banjir luapan sungai Citarum di Kawasan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/4/2019). Banjir luapan Sungai Citarum tersebut merendam tiga kecamatan di kawasan Bandung Selatan yang berdampak sejumlah akses jalur provinsi dari Kota ke Bandung selatan tertutup dan ratusan warga kembali mengungsi.

BANDUNG, KOMPAS.com - Tujuh Kecamatan di Kabupaten Bandung terendam banjir dengan ketinggian yang bervariatif dari 20 cm-250 cm hingga Senin (8/4/2019). 

Bupati Bandung Dadang Nasher menanggapi seputar bencana yang melanda wilayahnya tersebut.

Menurut Dadang, solusi dari bencana banjir yang terus melanda wilayahnya adalah dengan pembangunan saluran air banjir.

Oleh sebab itu, dia berharap beberapa pembangunan pengendalian banjir di Kabupaten Bandung bisa secepatnya diselesaikan seperti halnya Terowongan Najung di Curug Jompong.

Baca juga: Bupati Bandung: Tanggul yang Sebabkan Banjir Bandang Diduga Salahi Aturan

"Kita berharap pembangunan Curug Jompong selesai hari ini, kolam retensi Cienteung bisa selesai," kata Dadang di Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (8/4/2019).

Curug jompong merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan banjir yang terjadi di Kabupaten Bandung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Curug Jompong menjadi solusi banjir Baleendah, Dayeuhkolot dan Bojongsoang jika berjalan berdasarkan analisa teknis akan mengalirkan air ke Saguling," jelasnya.

Baca juga: Tangani Banjir di Citarum, Akan Dibuat Terowongan di Sekitar Curug Jompong

Dikatakannya, berdasarkan aspirasi warga, di Situ Andir juga diharapkan dibuat menjadi pengendali banjir.

"ini adalah usulan aspirasi dari masyarakat andir dan juga beberapa orang teknis agar lebih ideal situ andir juga dibuat sebagai pengendali banjir dan air baku masyarakat kota maupun Kabupaten Bandung," harapnya.

Terowongan Najung

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan Terowongan Nanjung di Curug Jompong rampung akhir tahun 2019 ini.

Terowongan ini diharapkan dapat mengendalikan banjir yang ada di Bandung khususnya di Wilayah Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.

Terowongan kembar yang memiliki panjang 230 meter ini dirancang dapat menampung air 700 meter kubik per detik.

Baca juga: BNPB Sebut Banjir di Kabupaten Bandung karena Meluapnya Sungai Citarum

 

Terowongan yang digarap PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk KSO ini menelan anggaran Rp 352,9 miliar, kini masih dalam proses pengerjaan.

Meskipun hanya untuk mengurangi genangan banjir sungai Citarum, namun terowongan ini mampu membebaskan kurang lebih 14.000 kepala keluarga terbebas dari genangan banjir.

7 kecamatan terendam banjir

Sementara itu kini tujuh Kecamatan di kabupaten Bandung kembali terendam, kecamatan ini terdiri dari Kecamatan Baleendah, Dayeuhkolot, Bojongsoang, Banjaran, Rancaekek, Cileunyi, dan Ciparay. 

Adapun ketinggian air bervariasi, mulai dari 10-250 cm. Beberapa daerah yang tercatat memiliki ketinggian banjir di atas 200 cm terdiri dari RW 04, RW 14 Bojong Asih Desa Dayeuhkolot Kecamatan Dayeuhkolot.

Baca juga: Banjir Bandang karena Tanggul Jebol Tewaskan 3 Orang, Ini Kata Bupati Bandung

 

Kemudian di RW14 Babakan Lewi Bandung Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, dan Kampung Muara RW07, Kampung Cigosol RW 09, Kampung Ciputat RW 13, Kelurahan Andir Kecamatan Balendah.

Beberapa jalur utama lumpuh karena terendam air, seperti Jalan Sapan menuju Gedebage yang memiliki ketinggian air mencapai 60 cm.

Sementara di Kecamatan Cileunyi, sungai Cikeruh meluap dan hampir menjebol tanggul di wilayah tersebut, tepatnya di Kampung Jajaway RW 01 Desa Cileunyi Wetan.

Banjir ini merendam sekitar 16.443 kepala keluarga atau 44.973 jiwa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.