Sebanyak 27 Caleg di Sumbar Dicoret KPU, Ini Sebabnya

Kompas.com - 08/04/2019, 12:18 WIB
Ilustrasi surat suara pemilu. KOMPAS.comIlustrasi surat suara pemilu.

PADANG, KOMPAS.com - Sebanyak 27 calon legislatif DPRD kabupaten dan kota serta DPRD provinsi di Sumbar dicoret Komisi Pemilihan Umum ( KPU).

Hal itu diungkapkan Komisioner KPU Sumbar Izwaryani saat dihubungi Kompas.com, Minggu (07/04/2019).

 

Menurut Izwaryani, 27 caleg yang dicoret KPU disebabkan berbagai macam alasan. Dia merincikan alasannya tersebut.

Data KPU menyebutkan, sembilan orang caleg dicoret karena meninggal dunia, 15 orang karena Tidak Memenuhi Persyaratan (TMS) dan tiga orang lainnya karena putusan pengadilan.

Baca juga: Tak Laporkan Dana Kampanye, 6 Parpol Dicoret dari Pemilu di Kepri

"Dari total 8.579 caleg DPRD kabupaten dan kota serta DPRD provinsi di Sumbar, 22 orang di antaranya terpaksa dicoret. Mereka ada yang meninggal dunia, TMS dan dicoret karena putusan pengadilan," ujar Izwaryani.

Rincian lebih lanjut, dari 22 caleg yang dicoret, caleg dari PKS sebanyak tujuh orang, Gerindra tiga orang, PSI tiga orang, PDI-P 3 orang, Hanura 2 orang, PKB 2 orang, Nasdem 2 orang, Berkarya 2 orang dan PBB serta Perindo masing-masing satu orang.

Jumlah caleg yang dicoret masih bisa bertambah

Jumlah caleg yang dicoret itu, kata Izwaryani kemungkinan masih bisa bertambah karena saat ini masih ada sejumlah caleg yang menjalani persidangan dan menunggu putusan pengadilan.

"Bisa saja bertambah karena masih ada beberapa caleg yang sedang menjalani sidang dan menunggu putusan pengadilan. Jika terbukti bersalah, tentu mereka akan dicoret," tegas Izwaryani.

Baca juga: Baliho Jokowi-Maruf Dicoret, Pendukung Diminta Tak Reaktif

Menurut Izwaryani, kendati 27 caleg itu telah dicoret namun nama mereka masih ada di kertas surat suara. Hal itu disebabkan karena surat suara sudah terlebih dahulu dicetak sebelum mereka dicoret.

Untuk mencegah pemilih mencoblos caleg yang telah dicoret itu, KPU Sumbar dan KPU kabupaten serta kota di Sumbar akan melakukan sosialisasi di masing-masing TPS dengan mengeluarkan pengumuman bahwa caleg tersebut telah dicoret.

"Jika masih ada pemilih yang mencoblos caleg itu maka suaranya diberikan kepada partai. Hal itu sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2019 tentang Pemungutan dan Penghitungan Surat Suara Pemilu 2019," katanya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Tindak Paslon Pelanggar Protokol Kesehatan

Regional
Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Penuh, Bupati Ponorogo Minta Ruang Isolasi Desa Diaktifkan Kembali

Regional
41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

41 Rumah di Kabupaten Luwu Tergusur Imbas Pelebaran Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X