5 Fakta Polemik Sandiaga Kibarkan Bendera NU saat Kampanye, PWNU Jatim Protes hingga Tanggapan Yenny Wahid

Kompas.com - 08/04/2019, 07:52 WIB
Calon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukungnya saat kampanye nasional Sandiaga Menyapa Bekasi, di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). Kampanye nasional yang juga dihadiri para calon legislatif dari parpol pengusungnya tersebut dalam rangka pemenangan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi serta menaikan jumlah suara di kursi parlemen pada Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/nz. Risky AndriantoCalon Wakil Presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno (kanan) menyapa pendukungnya saat kampanye nasional Sandiaga Menyapa Bekasi, di kawasan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). Kampanye nasional yang juga dihadiri para calon legislatif dari parpol pengusungnya tersebut dalam rangka pemenangan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandi serta menaikan jumlah suara di kursi parlemen pada Pemilu 2019. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/nz.

KOMPAS.com - Bendera Nahdlatul Ulama ( NU) tampak berkibar saat acara kampanye calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno di Stadion Semeru, Lamongan, Jawa Timur, Kamis (4/4/2019) lalu.

Hal itu mendapat protes dari Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) Marzuki Mustamar.

Marzuki mengatakan, dirinya tidak rela bendera NU digunakan kampanye oleh cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Setelah itu, sejumlah tokoh NU angkat bicara dan mengimbau kepada kedua kubu 01 dan 02 untuk tidak menggunakan bendera NU saat acara kampanye.

Baca fakta berikut ini:

1. Alasan PWNU protes bendera NU berkibar di acara kampanye Sandiaga

Ketua PWNU Jawa Timur, Marzuki Mustamar tidak rela dunia akhirat bendera NU dipakai Sandiaga Uno kampanye pilpres di Lumajang. KOMPAS.com/TAUFIQURRAHMAN Ketua PWNU Jawa Timur, Marzuki Mustamar tidak rela dunia akhirat bendera NU dipakai Sandiaga Uno kampanye pilpres di Lumajang.

Seperti diketahui, Sandiaga menggunakan bendera NU saat berkampanye di Stadion Semeru, Kabupaten Lumajang, Kamis (4/4/2019).

Ketua PWNU Jatim Marzuki mengatakan, bendera NU sebagai simbol ahlussunnah wal jamaah, tidak boleh digunakan oleh kelompok yang menentang NU dan punya niat untuk menghancurkan NU dan Indonesia.

"Kejadian di Lumajang kemarin, bendera NU dipakai kampanye cawapres nomor urut 02, saya tidak rela dunia akhirat. Apalagi di dalamnya ada PAN, PKS yang terang-terangan menolak tahlilan, ziarah kubur, diba'an, manakiban, tawasulan dan tradisi NU lainnya," ujar Marzuki, saat menghadiri kegiatan turba dan konsolidasi organisasi NU zona Madura, di Pondok Pesantren Miftahul Anwar, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Pamekasan, Sabtu (6/4/2019).

Baca Juga: PWNU Jatim Tak Rela Dunia Akhirat Bendera NU Dipakai Sandiaga Kampanye

2. Jawaban Sandiaga terhadap protes PWNU Lumajang

Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019).ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A Pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno menyapa pendukungnya saat kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (7/4/2019).

Saat dikonfirmasi, Sandiaga mengaku, saat itu ada seseorang yang meminta dirinya untuk memegang bendera tersebut.

Ia menyatakan tidak ada yang salah jika dirinya melakukan hal itu karena ia sendiri adalah anggota NU.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X