Kronologi Polisi Bekuk Mucikari Prostitusi "Online" di Makassar

Kompas.com - 07/04/2019, 11:21 WIB
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat menggelar konferensi pers penangkapan ALL (30), Muncikari empat ABG dalam kasus prostitusi online di Makassar, Sulawesi Selatan. Kompas.com/HIMAWAN Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko saat menggelar konferensi pers penangkapan ALL (30), Muncikari empat ABG dalam kasus prostitusi online di Makassar, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Personel Kepolisian Resor Kota Besar Makassar (Polrestabes Makassar) mengamankan seorang wanita berinisial ALL (30) setelah ketahuan menjajakan empat gadis ABG secara online di salah satu aplikasi sosial media MiChat.

Dari keterangan Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indratmoko, ALL ditangkap ketika berada di salah satu bilangan hotel di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam (4/4/2019) lalu.

Peran ALL sebagai mucikari dengan cara menjajakan empat ABG yang berusia 19 hingga 21 tahun.

Cara menjajakannya pun terbilang lihai dengan menyiapkan kamar hotel terlebih dahulu kemudian mencari pria hidung belang.


Baca juga: Fakta Kasus Prostitusi Online Artis VA, Dugaan Ada Rekayasa Polisi hingga Minta Pindah Penahanan

 

Cara ini dilakukan dengan berpindah-pindah hotel ketika salah satu kliennya dipesan.

"Dia memasang aplikasi Michat dan mencari orang sekitar. Begitu mendapatkan pria, dia mengirim foto cewek ke si pria kemudian terjadi tawar menawar," kata Indratmoko, saat rilis tersangka kasus tersebut di Polrestabes Makassar, Sabtu (6/4/2019).

Indratmoko menambahkan tiga dari empat wanita yang dijajakan oleh ALL juga turut diamankan pihaknya.

Pertemuan ALL dengan tiga ABG itu terjadi ketika ABG itu masih menjadi SPG di salah satu merek minuman.

Baca juga: 2 Mucikari Prostitusi Online di Kupang Ditetapkan Sebagai Tersangka

"Mereka masih muda, berusia 19-21 tahun. Tarifnya rata-rata Rp 1 juta-Rp 1,3 juta rupiah sekali kencan. Agar tidak terlacak oleh polisi mereka berpindah-pindah hotel," imbuh Indratmoko.

Tarif paling murah yang diberikan ALL untuk pelanggannya sekitar Rp 300.000. Setiap melakukan transaksi, ALL mendapatkan komisi sebesar Rp 300.000 plus Rp 135.000 untuk sewa kamar hotel.

Saat ini polisi masih melakukan penyidikan lebih lanjut untuk mengetahui dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang dilakukan oleh ALL saat menjajakan empat wanita binaannya.

"Pelaku prostitusi akan dijerat pasal 296 juncti 506 KUHP. Tapi juga masih kita kembangkan terkait tindak pidana perdagangan orang. Ancaman KUHP nya 1 tahun. Kecuali untuk Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) nya, yakni si Mucikari, diancam penjara 6 -15 tahun," pungkasnya.

Baca juga: Kronologi Kasus Prostitusi Online yang Libatkan Anak-anak di Blitar

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Upaya Bebaskan 23 ABK KM Mina Sejati yang Disandera, Personel Tambahan Dikerahkan

Upaya Bebaskan 23 ABK KM Mina Sejati yang Disandera, Personel Tambahan Dikerahkan

Regional
Protes, Warga Gelar Upacara di Tepi Lubang Bekas Tambang Batu Bara

Protes, Warga Gelar Upacara di Tepi Lubang Bekas Tambang Batu Bara

Regional
Kericuhan di Halaman DPR Aceh Dipicu Penurunan Paksa Bendera Merah Putih

Kericuhan di Halaman DPR Aceh Dipicu Penurunan Paksa Bendera Merah Putih

Regional
LBH Surabaya Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa Papua

LBH Surabaya Kecam Tindakan Represif terhadap Mahasiswa Papua

Regional
Soal Usul Pemakzulan Dirinya, Gubernur Sulsel Anggap Itu Pembunuhan Karakter

Soal Usul Pemakzulan Dirinya, Gubernur Sulsel Anggap Itu Pembunuhan Karakter

Regional
PKB Bentuk Tim Kajian Amandemen UUD 45 dan GBHN, Diketuai Profesor

PKB Bentuk Tim Kajian Amandemen UUD 45 dan GBHN, Diketuai Profesor

Regional
Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua

Tak Temukan Bukti Perusakan Bendera Merah Putih, Polisi Pulangkan 43 Mahasiswa Papua

Regional
Mayat Pria Bersimbah Darah Ditemukan Dekat Sungai Tallo Makassar

Mayat Pria Bersimbah Darah Ditemukan Dekat Sungai Tallo Makassar

Regional
Usai Jalani Operasi 5 Jam, Polisi Korban Penyerangan Terduga Teroris di Surabaya Disebut Membaik

Usai Jalani Operasi 5 Jam, Polisi Korban Penyerangan Terduga Teroris di Surabaya Disebut Membaik

Regional
Kibarkan Merah Putih Tanpa Seragam, Puluhan Anggota Paskibra Menangis

Kibarkan Merah Putih Tanpa Seragam, Puluhan Anggota Paskibra Menangis

Regional
Lebih dari 24 Jam, TNI AL Belum Berhasil Bebaskan Sandera di KM Mina Sejati

Lebih dari 24 Jam, TNI AL Belum Berhasil Bebaskan Sandera di KM Mina Sejati

Regional
KM Mina Sejati yang Dibajak Alami Kebocoran dan Nyaris Tenggelam

KM Mina Sejati yang Dibajak Alami Kebocoran dan Nyaris Tenggelam

Regional
72 TKI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2019

72 TKI Asal NTT Meninggal di Luar Negeri Sepanjang 2019

Regional
74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

74 Tahun Indonesia Merdeka, Suku Terasing di Maluku Ini Akhirnya Gelar Upacara

Regional
Khofifah Minta Warga Jatim Waspada Aksi Terorisme

Khofifah Minta Warga Jatim Waspada Aksi Terorisme

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X