[POPULER NUSANTARA] Jejak Digital @KakekKampret_ yang Hina Mahfud MD Ditemukan | Ini Instruksi Sri Sultan Pascakasus Diskriminasi di Bantul

Kompas.com - 06/04/2019, 07:09 WIB
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019). CHRISTOFORUS RISTIANTO/KOMPAS.comMantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis (28/3/2019).

KOMPAS.com — Polres Klaten akhirnya menemukan jejak digital @KakekKampret, akun yang diduga melakukan penghinaan terhadap Mahfud MD, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Mahfud MD menganggap, akun Twitter @KakekKampret telah mencemarkan nama baiknya terkait mobil Camry miliknya. Berita ini menjadi sorotan di Kompas.com pada hari kemarin.

Sementara itu, pasca-penolakan seorang warga beragama Katolik untuk tinggal Desa Karet, Pleret, Bantul, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengeluarkan instruksi kepada jajarannya agar melakukan upaya pencegahan praktik diskriminasi.

Baca berita populer Nusantara secara lengkap:

1. Polisi temukan jejak digital akun @KakekKampret_ 

Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi, Jumat (5/4/2019).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi, Jumat (5/4/2019).

Hingga saat ini polisi masih menyelidiki kasus berita hoaks atau fitnah yang dilaporkan mantan Ketua MK Mahfud MD.

Mahfud melaporkan akun Twitter bernama @KakekKampret_ ke Polres Klaten pada Jumat (1/3/2019) karena menuduhnya telah menerima sebuah mobil Camry B 1 MMD dari seorang pengusaha.

"Perkembangan sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan," kata Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi di lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo Solo, Jawa Tengah, Jumat (5/4/2019).

Meskipun demikian, Aries mengatakan pihaknya telah menemukan jejak digital akun @KakekKampret_.

Baca berita selengkapnya: Polisi Temukan Jejak Digital Akun @KakekKampret_ yang Hina Mahfud MD

 

2. Gara-gara beli suvenir, pria ini dipaksa menikah

Perceraian.Thinkstock Perceraian.

Kantor Pengadilan Agama (PA) Wonosari mencatat, kasus kawin paksa menjadi salah satu alasan perceraian di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Salah satu kasus unik pernah terjadi saat ada seorang pria yang dipaksa menikahi perempuan yang tidak dikenal. Pria tersebut akhirnya mengajukan gugatan cerai pada Februari 2019.

Hal tersebut dijelaskan Humas Pegadilan Agama Wonosari Barwanto saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jumat (2/4/2019).

Menurut dia, kasus pada gugatan Februari 2019 lalu tergolong unik karena seorang pria mengaku dipaksa menikah saat dirinya membeli suvenir.

Bagaimana ceritanya?

Baca berita selengkapnya: Seorang Pria Dipaksa Menikah dengan Perempuan yang Tak Dikenal Saat Membeli Suvenir

 

3. Instruksi Sri Sultan setelah kasus diskriminasi di Bantul

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi (mengenakan kacamata) dan Kepala Bagian Humas Setda DIY, Iswantoro saat menunjukan naskah instruksi Gubernur DIY Nomor 1/INSTR/2019KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMA Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Gatot Saptadi (mengenakan kacamata) dan Kepala Bagian Humas Setda DIY, Iswantoro saat menunjukan naskah instruksi Gubernur DIY Nomor 1/INSTR/2019

Gubernur DIY Sri Sultan HB X mengeluarkan instruksi Nomor 1/INSTR/2019. Instruksi yang ditetapkan pada 4 April 2019 ini tentang pencegahan potensi konflik sosial.

Sekda DIY Gatot Saptadi menyampaikan rasa prihatin dan menyayangkan kejadian beberapa waktu lalu di Padukuhan Karet, Desa Pleret, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul.

Seorang warga pindahan ke desa tersebut sempat ditolak untuk tinggal lantaran non-Muslim.

"Sebagai warga Yogya kami prihatin. Yogya yang dikenal toleran, dengan nila setitik langsung (dicap) bahwa Yogya intoleran dan sebagainya," ujar Gatot dalam jumpa pers di Kantor Kepatihan, Jumat (5/4/2019).

Apa instruksi Sultan?

Baca berita selengkapnya: Setelah Diskriminasi terhadap Slamet di Bantul, Gubernur DIY Keluarkan Instruksi

 

4. Dugaan motif asmara dalam kasus mayat dalam koper

Suasana di rumah duka almarhum Budi Hartanto di Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019) malam. Budi menjadi korban pembunuhan dan jenazahnya ditemukan di dalam koper di pinggir sungai Desa Karanggondang, Blitar.KOMPAS.com/ M.AGUS FAUZUL HAKIM Suasana di rumah duka almarhum Budi Hartanto di Kelurahan Tamanan, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019) malam. Budi menjadi korban pembunuhan dan jenazahnya ditemukan di dalam koper di pinggir sungai Desa Karanggondang, Blitar.

Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Frans Barung Mangera mengatakan, penyidik semula menduga motifnya adalah perampokan.

"Namun, belakangan menguat motifnya adalah asmara. Motif perampokan tidak terbukti," kata Frans, Jumat (5/4/2019).

Karena itu, polisi mendalami siapa orang terakhir yang bersama korban sejak sebelum jasad korban ditemukan di pinggir sungai bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019).

"Saksi-saksi terus bertambah. Kemarin 12, sekarang yang diperiksa sudah 14," ujar Frans.

Selain itu, polisi juga terus mencari bagian tubuh korban yang hilang.

Baca berita selengkapnya: Polisi Temukan Motif Asmara di Kasus Pembunuhan Pria Dalam Koper

 

5. Terduga teroris pura-pura menyerah sebelum tusuk polisi

Densus 88 membekuk sepasang suami istri terduga teroris di sebuah rumah di Kampung Cibungur RT 02 RW 11, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/4/2019).KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA. Densus 88 membekuk sepasang suami istri terduga teroris di sebuah rumah di Kampung Cibungur RT 02 RW 11, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (4/4/2019).

Penangkapan suami istri terduga teroris oleh Densus 88 di Kampung Cibungur, RT 002 RW 011, Desa Batujajar Timur, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019), berlangsung sengit.

Terduga teroris berinisial SHC atau SHS (44) melawan petugas saat hendak ditangkap. Empat polisi ditusuk saat hendak menangkapnya.

Saksi mata, anggota Linmas Desa Batujajar Timur bernama Mamad Ahmad Dadan (41) bercerita, pelaku sempat melukai petugas ketika hendak ditangkap. Polri menyatakan, terduga teroris pura-pura menyerah sebelum akhirnya menusuk polisi yang sedang bertugas.

Bagaimana ceritanya?

Baca berita selengkapnya: Terduga Teroris Pura-pura Menyerah Sebelum Tusuk Polisi

 

Sumber: KOMPAS.com (Achmad Faizal, Wijaya Kusuma, Markus Yuwono, Labib Zamani, Putra Prima Perdana, Tribunnews)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Baru Kepsek Perkosa Siswi SD, Gunakan 3 Foto Bugil untuk Mengancam

Fakta Baru Kepsek Perkosa Siswi SD, Gunakan 3 Foto Bugil untuk Mengancam

Regional
Polisi Jadi Imam Shalat di Penjara Viral, Diminta Tahanan hingga Terpaksa Direkam

Polisi Jadi Imam Shalat di Penjara Viral, Diminta Tahanan hingga Terpaksa Direkam

Regional
Polisi Temukan Batu di Tas BN, Pria Asal Sragen yang Tewas Mengapung di Teluk Penyu

Polisi Temukan Batu di Tas BN, Pria Asal Sragen yang Tewas Mengapung di Teluk Penyu

Regional
Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Cuaca Buruk, Hama Wereng Serang Puluhan Hektare Tanaman Padi di Jember

Regional
1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

1,9 Juta Keluarga di Jawa Barat Tak Punya Rumah Layak

Regional
Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Insiden Pos TNI Diserang KKB, 3 Orang Tertembak, Diduga Pimpinan Egianus Kogoya

Regional
Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Tak Ada Jembatan, Warga Nekat Gotong Peti Jenazah Seberangi Sungai yang Banjir

Regional
Penjelasan Sekolah soal 'Study Tour' yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Penjelasan Sekolah soal "Study Tour" yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Regional
Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Orangtua Balita Tanpa Kepala: Kami Dengar Jawaban yang Selama Ini Dicari-cari

Regional
Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Regional
Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Sejak Januari 2020, 300 Jemaah Minta Rekomendasi Umrah pada Kemenag Jember

Regional
Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

Hidup Sebatang Kara, Murtinah Penderita Katarak Kini Bisa Melihat Dunia

BrandzView
Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Jemaah Umrah asal Pamekasan Terkejut Batal Diberangkatkan

Regional
7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

7 Jam Pria Ini Mematung di Pinggir Jalan Meski Diguyur Hujan, Ternyata...

Regional
Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Transit di Singapura, Jemaah Umrah dari Surabaya Kembali ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X