Jumlah Narapidana yang Masuk DPT di Lapas Ini Tiba-tiba Turun Drastis

Kompas.com - 05/04/2019, 21:13 WIB
Kalapas Makassar Budi Sarwono saat diwawancara di Lapas Klas IA Makassar beberapa waktu lalu Kompas.com/HIMAWAN Kalapas Makassar Budi Sarwono saat diwawancara di Lapas Klas IA Makassar beberapa waktu lalu

MAKASSAR, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan Klas IA Makassar Budi Sarwono mengaku terkejut dengan menurunnya jumlah warga binaan atau narapidana di Lapas Makassar yang memiliki hak pilih atau masuk dalam daftar pemilih tetap ( DPT) pada Pemilu 17 April 2019. 

Di lapas tersebut dihuni 1.002 narapida. Pada Februari lalu, Lapas Makassar merilis ada 768 warga binaan yang masuk dalam DPT.

Namun, hari ini Budi mengatakan jumlah pemilih hanya 87 orang. 

"Padahal waktu pilkada kemarin ada sekitar 300an orang (pemilih). Apalagi ini ada pemutakhiran data di Disdukcapil baik dari Makassar maupun Gowa," kata Budi kepda Kompas.com, Jumat (5/4/2019).


Baca juga: 500 Penyandang Disabilitas di Jayapura Belum Masuk DPT

Hal itu diketahui ketika Budi didatangi Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Lapas Klas IA Makassar pada Kamis (4/4/2019). Saat itu PPK memperlihatkan jumlah warga binaan yang memilih hanya 87 orang.

Budi mengatakan, pada pemutakhiran data yang dilakukan oleh Disdukcapil pada 18 Februari lalu, ada sekitar 768 warga binaan yang disetor pihak Lapas Makassar untuk masuk dalam daftar pemilih tetap.

Budi telah meminta klarifikasi kepada KPU Kota Makassar.

"Nanti hari Senin saya akan temui KPU untuk membahas hal ini. Saya juga sudah ke Ombudsman untuk bantu," imbuhnya.

Baca juga: Bagaimana jika Saya Belum Terdaftar di DPT Pemilu 2019?

Komisioner KPU Makassar Romy Harminto saat dikonfirmasi mengatakan, ada 187 pemilih napi yang berada di dalam Lapas Klas IA Makassar dengan rincian 84 orang masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) dan 103 orang masuk dalam daftar pemilih tambahan (DPTb).

Ia menungkapkan penurunan drastis jumlah pemilih di Lapas karena tidak memiliki e-KTP seperti yang tercatat di Disdukcapil. Menurutnya angka pemilih ini sudah sesuai dengan pasal 23 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang tata cara memasukkan data pemilih.

"Kami sebagai penyelenggara tidak berani untuk masukkan penghuni lapas sebagai DPT jika tidak memiliki nomor induk kependudukan. Jadi permaslahan ini ada di Disdukcapil. Ini data yang kami terima dari Disdukcpil," ujar Romy.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata 'Ambon' dan 'Maluku'', Diduga dari Koran yang Menempel

Duduk Perkara Ikan Bertuliskan Kata "Ambon" dan "Maluku"", Diduga dari Koran yang Menempel

Regional
Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Puluhan Rumah di Medan Terbakar, Warga Bingung Tinggal di Mana

Regional
Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Cerita di Balik Terbakarnya Lamborghini Aventador Milik Raffi Ahmad, Tembus Harga Rp 19 Miliar...

Regional
Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Kronologi Siswa Tikam Guru hingga Tewas Setelah Ditegur karena Ketahuan Merokok

Regional
Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Ibu-ibu Ini Berhasil Olah Koro Beracun Jadi Keripik Lezat dan Sehat

Regional
'Menghilang' 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

"Menghilang" 155 Tahun, Ibis Sendok Raja Kembali Terlihat di Sulawesi

Regional
Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Kronologi Santri Tewas Jatuh dari Pohon Kelapa Versi Pesantren

Regional
[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

[POPULER NUSANTARA] Siswa SMA Nyamar Jadi Wanita Tipu Rp 141 Juta | Air Sumur Mendidih di Ambon

Regional
Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Fakta di Balik Nenek Paulina Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot hingga Dapat Uang Rp 10 Juta dari Presiden Jokowi

Regional
Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Bentrok di Universitas Negeri Makassar, 2 Mahasiswa Kena Tikam

Regional
Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Angin Kencang Menerjang Puncak Bogor, 300 Penduduk Desa Diungsikan ke Masjid.

Regional
Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Peringati Hari Santri, Khofifah Minta Warga Jatim Mengheningkan Cipta

Regional
Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Mulai 2020, Disparbud Jabar Akan Jadikan Situs Purbakala Wisata Sejarah

Regional
Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Ancam Akan Bunuh, Ayah Cabuli Putri Kandung Usia 14 Tahun

Regional
Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Kunjungi Pengungsi Angin Kencang, Khofifah Minta Sekolah Darurat Didirikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X