Berita Terbaru Kasus Pungli Proyek Masjid Pascagempa Lombok

Kompas.com - 05/04/2019, 20:21 WIB
Ilustrasi KOMPAS/DIDIE SWIlustrasi

MATARAM, KOMPAS.com - Berkas perkara kasus pungutan liar (pungli) proyek rehab masjid terdampak gempa Lombok yang menyeret oknum staf KUA, Kemenag Kabupaten Lombok Barat, belum lengkap.

Saat ini, berkas perkara kasus pungli proyek rehabilitasi masjid pascagempa dikembalikan ke penyidik Polres Mataram untuk dilengkapi.

"Masih di penyidik, masih melengkapi berkas perkara petunjuk dari penuntut umum," terang Kepala Kejaksaan Negeri Mataram I Ketut Sumedana melalui pesan singkat, Jumat (5/4/2019).

Sebelumnya, kasus pungli pembangunan masjid pascagempa terungkap dari kecurigaan aparat Polres Mataram yang melihat lambannya pembangunan 58 masjid yang terdampak gempa di NTB.

Polisi lalu meringkus LBR, oknum staf KUA Kementerian Agama Lombok Barat dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Januari 2019.

Baca juga: Kanwil Depag NTB Kecam Pemeras Dana Rehabilitasi Masjid Pascagempa

LBR ditangkap karena diduga meminta jatah uang dana bantuan proyek pembangunan masjid yang terdampak gempa di NTB.

Dalam OTT tersebut, petugas Polres Mataram menangkap LBR beserta barang bukti uang dalam amplop yang dibungkus keresek hitam yang diduga merupakan hasil pungli sebesar Rp 10 juta.

LBR diduga meminta jatah sebesar 20 persen pada pengurus masjid penerima bantuan dan mengancam pengurus masjid akan mengalami masalah jatah itu tak dipenuhi.

Selain kepada LBR, Unit Tindak Pidana Korupsi Reskrim Polres Mataram juga mengamankan IK, kepala Sub Bagian Tata Usaha Kemenag Lombok Barat. 

Baca juga: Pasca-OTT Staf Kemenag Lombok Barat, Sejumlah Dokumen Diamankan

IK ditangkap di rumahnya pada Selasa (16/1/2019) malam dan langsung diperiksa.

Kapolres Mataram AKBP Saipul Alam mengatakan, IK ditangkap di kediamannya, berikut barang bukti berupa uang Rp 55 juta dalam pecahan Rp 100.000. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X