Anak di Bawah Umur yang Membunuh karena Hoaks Tetap Diproses Hukum

Kompas.com - 05/04/2019, 16:25 WIB
Jajaran Polres Malang Kota saat merilis pelaku pembunuhan di Jembatan Gadang Kota Malang, Kamis (4/4/2019) KOMPAS.com/ANDI HARTIKJajaran Polres Malang Kota saat merilis pelaku pembunuhan di Jembatan Gadang Kota Malang, Kamis (4/4/2019)

MALANG, KOMPAS.com - Pelaku pembunuhan terhadap Suyono (34) tetap diproses hukum, meskipun masih berusia di bawah umur. Pasal yang disangkakan kepadanya juga sama.

Diketahui, diantara tujuh pelaku yang ditangkap, empat orang masih di bawah umur. Yakni I (17), D (17) B (15) dan K (15).

Sedangkan tiga lainnya sudah masuk kategori dewasa secara usia, yakni SW (20) AW (21), ADY (23).

Ada lagi satu pelaku lainnya yang masih buron, yakni Q berusia 18 tahun.

"Proses hukumnya tetap sama untuk anak yang di bawah umur. Pasal yang disangkakan sama, Pasal 170 ayat 2," kata Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Komang Yogi Arya Wiguna kepada Kompas.com, Jumat (5/4/2019).

Baca juga: Terpapar Hoaks, 7 Remaja Bunuh Seorang Pria di Malang

Namun demikian, untuk pelaku anak di bawah umur akan mendapat perlakuan yang berbeda. Sistem peradilannya juga akan berbeda, yakni mengikuti sistem peradilan anak.

"Cuma memang anak di bawah umur ini memiliki sistem peradilan anak. Mungkin ada perbedaan di masa penahanannya aja di Polres," katanya.

"Tetap kita periksa semua dan kita sesuaikan dengan sistem peradilan anak. Aturan terkait sistem peradilan anak benar - benar kita laksanakan," imbuhnya.

Sementara itu, tujuh pelaku yang sudah ditangkap itu mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap Suyono (34) di Jembatan Gadang Kota Malang pada Selasa (2/4/2019) dini hari sekitar pukul 2.30 WIB.

Baca juga: Kominfo Temukan 14 Hoaks Beredar pada 4 April 2019

Pembunuhan itu dilakukan atas dasar informasi yang salah atau hoaks. SW seorang perempuan yang menjadi otak pembunuhan itu mengaku mendapatkan informasi di media sosial yang menyebutkan korban adalah informan polisi.

SW juga mendapat informasi bahwa keluarganya yang ditangkap karena narkoba akibat informasi dari korban.

Polisi menyebutkan, tuduhan pelaku kepada korban tidak berdasar.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Jambi

Regional
Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Angin Puting Beliung Rusak Rumah Warga dan Padamkan Listrik

Regional
Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Kisah Desa Menari di Lereng Telomoyo

Regional
Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Gunakan Senapan Angin, Suami Tembak Pria yang Diduga Selingkuhan Istri

Regional
SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

SPBU Terbakar di Bukittinggi, Api Diduga dari Mobil yang Isi BBM dengan Tangki Tambahan

Regional
Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Para Bacalon Wali Kota Samarinda Penjaringan PDI-P Ramai-ramai Siapkan Isi Tas

Regional
Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Kongres Sampah Jateng Hasilkan Rekomendasi Pembentukan Satgas Sampah

Regional
Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Korban Gempa Maluku Diminta Bayar Biaya Rumah Sakit, Kadis Kesehatan Sarankan Berobat di Posko Kesehatan

Regional
Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Seberangi Rel Tak Berpalang Pintu, Mobil Avanza Ringsek Tertabrak Kereta

Regional
Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Waspadai Hujan Lebat Selama 2 Hari yang Berpotensi Sebabkan Banjir di Sumut

Regional
Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Pilkada Samarinda, Ketua DPD Gerindra Kaltim Ikut Penjaringan PDI-P

Regional
Ratusan Ikan Mati Mendadak di Maluku, LIPI Minta Tak Dikaitkan dengan Gempa

Ratusan Ikan Mati Mendadak di Maluku, LIPI Minta Tak Dikaitkan dengan Gempa

Regional
Kasus Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Terungkap, 7 Pelaku Ditangkap

Kasus Pembunuhan Pria Dalam Plastik di Cianjur Terungkap, 7 Pelaku Ditangkap

Regional
Selain Nasdem, Denny Indrayana Juga Ambil Formulir Pendaftaran Cagub ke Partai Demokrat

Selain Nasdem, Denny Indrayana Juga Ambil Formulir Pendaftaran Cagub ke Partai Demokrat

Regional
Pasca-penusukan Wiranto, Ma'ruf Amin Sebut Penanganan Terorisme Harus dengan Cara 'Soft'

Pasca-penusukan Wiranto, Ma'ruf Amin Sebut Penanganan Terorisme Harus dengan Cara "Soft"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X