Belanja Pakai Uang Palsu, Pemuda Asal Jombang Diamankan Polisi

Kompas.com - 05/04/2019, 12:47 WIB
Pelaku peredaran dan perantara pembuatan uang palsu saat berada di Mapolres Jombang Jawa Timur, Kamis (4/4/2019). Dihadapan mereka, polisi membeber barang bukti uang palsu beserta alat pencetaknya. KOMPAS.com/HANDOUTPelaku peredaran dan perantara pembuatan uang palsu saat berada di Mapolres Jombang Jawa Timur, Kamis (4/4/2019). Dihadapan mereka, polisi membeber barang bukti uang palsu beserta alat pencetaknya.

JOMBANG, KOMPAS.com - Kepolisian Resor (Polres) Jombang Jawa Timur mengamankan Defit Sujianto (26), pemuda asal Dusun Kalangan, Desa Keplaksari, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, akibat berbelanja menggunakan uang palsu.

Kasat Reserse dan Kriminal Polres Jombang, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Azi Pratas Guspitu mengungkapkan, pemuda pengangguran itu ditangkap unit Resmob Polres Jombang pada akhir bulan Maret lalu.

Penangkapan itu berawal dari informasi yang diterima polisi terkait adanya seseorang yang belanja dengan uang palsu. Polisi pun segera melakukan penyelidikan atas informasi tersebut.

Pada Rabu (27/03/2019) petang, petugas dari Unit Resmob Polres Jombang meringkus Defit Sujianto, saat berada di sebuah warkop di jalan Pahlawan Jombang.

"Saat ditangkap kemudian digeledah, ditemukan uang diduga palsu pecahan Rp. 50 ribu di dalam dompet tersangka. Jumlahnya 9 lembar," ungkap Azi Pratas, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/4/2019).

Baca juga: Polisi Amankan Uang Palsu Rp 4,6 Miliar dari Rumah Kontrakan di Sleman

Selain menggeledah keberadaan uang palsu pada saku dan dompet tersangka, polisi juga menggeledah rumah orangtua tersangka.

Di rumah tinggal tersangka, polisi menemukan 35 lembar uang palsu pecahan Rp. 50 ribu.

"Jadi totalnya ada 44 lembar uang diduga palsu yang disita. Untuk yang 4 lembar sudah digunakan untuk belanja makanan dan bensin (BBM)," kata Azi Pratas.

Dicetak Dengan Printer di Warnet

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, uang palsu yang dimiliki Defit Sujianto, dicetak di sebuah warung internet ( warnet) menggunakan printer warna merek Epson tipe L360.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Partai Gelora Koalisi dengan PKS Hanya untuk Pilkada Pangandaran

Regional
Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Bantu Pelajar, Masjid dan Sekolah di Agam Dibekali Wifi Gratis

Regional
Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X