Gubernur NTT Sebut Pengkritik Miras "Sophia" Tak Paham dengan Kebijakan yang Dibuat

Kompas.com - 05/04/2019, 12:46 WIB
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, saat bertemu dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Kamis (24/1/2019) KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREWakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah, saat bertemu dengan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat di Kupang, Kamis (24/1/2019)

KUPANG, KOMPAS.com - Kebijakan Gubernur Nusa Tenggara Timur ( NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, yang mendukung rencana produksi minuman keras (miras) merek "Sophia", dikritik oleh Anggota DPRD NTT Anwar Hajral.

Anwar mengatakan, dukungan pemerintah setempat terhadap produksi Sophia telah mengabaikan dampak negatif yang akan muncul.

Menanggapi kritikan itu, Viktor menyebut sang legislator tidak paham dengan kebijakan yang telah dibuat.

"Dampak buruk itu, bagi orang yang tidak mengerti, kalau orang yang mengerti tentu tidak ada dampak," kata Viktor kepada Kompas.com di Hotel Sasando Kupang, Jumat (5/4/2019).

Baca juga: Produksi Miras Sophia, Anggota DPRD Sebut Pemprov NTT Abaikan Dampak Negatif

Viktor mengatakan, pihaknya akan membuat aturan untuk para konsumen Sophia, yakni berusia di atas 21 tahun.

Seharusnya yang dikritik itu, kata Viktor, adalah para produsen miras lokal yang memproduksi miras secara bebas dan dikonsumi oleh semua kalangan tanpa batasan umur.

"Miras yang sekarang diproduksi bebas dan banyak yang minum itu, kenapa tidak diprotes," ujar Viktor.

Viktor mengatakan, yang dilakukan oleh pemerintah provinsi  yaitu menata agar produksi masyarakat lokal yang menjadi kearifan lokal, dapat dikapitalisasikan menjadi kekuatan ekonomi yang baik.

"Karena itu, kita dorong terus dan miras sopi itu harus masuk ke laboratorium penelitian untuk mengecek kandungan racun dan unsur yang tercampur di dalamnya," ujar Viktor.

Sebelumnya, Anggota DPRD NTT, Anwar Hajral, menyebut rencana produksi minuman keras (miras) Sophia yang didukung oleh pemerintah setempat, telah mengabaikan dampak negatif yang muncul nantinya.

Pemerintah Provinsi NTT, kata Anwar, jangan hanya melihat dari satu sisi saja, tapi juga melihat dari berbagai aspek.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Fakta 2 Anggota TNI Adu Jotos dengan Polisi, Dipicu Salah Paham di Jalan

Regional
Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Selamat Berpulang Mas Djaduk...

Regional
Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X