Khofifah Rancang Regulasi Penanganan Tanggap Darurat Bencana, Ini Isinya

Kompas.com - 04/04/2019, 17:55 WIB
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALGubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengatakan, akan membuat regulasi baru untuk tanggap darurat bencana.

Khofifah menilai, perlu dibuatkan regulasi baru melihat titik-titik kerawanan bencana alam yang berpotensi menimpa kabupaten/kota di Jatim.

"Kita ternyata membutuhkan regulasi baru setingkat pergub untuk bisa menjadikannya referensi," ucap Khofifah usai menggelar rapat terbatas di Gedung Negara Grahadi, Kamis (4/4/2019).

Baca juga: Khofifah Sidak Pengolahan Limbah Industri Kulit yang Puluhan Tahun Cemari Sungai di Magetan

Dalam regulasi tersebut akan diatur jumlah anggaran yang bisa dikeluarkan untuk mengintervensi resiko bencana alam.

Selain itu, regulasi baru itu juga memetakan kriteria risiko bencana seperti rumah rusak berat, rusak ringan, santunan kematian, santunan sakit, sampai dengan bantuan bila ada lahan yang gagal panen atau rusak.

"Misalnya kalau untuk darurat bencana, Pemerintah Provinsi akan melakukan identifikasi dengan memberikan santunan atau konsesi untuk kualifikasi apa dan jumlah berapa," ujar Khofifah.

Baca juga: Banjir Madiun, Siswa SMK Terjebak hingga Muncul Sindiran Tol Laut Jokowi

Dengan regulasi tersebut, Khofifah  berharap penanganan bencana termasuk pemberian bantuan korban di lapangan bisa dilakukan secara detail dan menyeluruh berdasarkan aturan yang berlaku.

"Berapa sebetulnya konsesi yang bisa di-support  oleh pemprov, itu yang kita akan segerakan siapkan terkait pergub-nya," tuturnya.

Untuk kebijakan baru yaitu regulasi early warning system (EWS) atau sistem peringatan dini bencana, Khofifah lebih berharap bagaimana proses untuk melakukan langkah-langkah preventif berbasis masyarakat bisa berjalan dengan baik.

Hasil pemetaan yang dilakukan Pemprov Jatim, tercatat ada 2.742 desa/kelurahan yang masuk kategori rawan bencana.

Di Jawa Timur, sudah ada desa tangguh dan kampung siaga bencana. Namun, jumlahnya masih sedikit dan perlu untuk terus ditambah.

"Dari 2.742 desa/kelurahan rawan bencana itu, baru ada 310 desa tangguh dan kampung siaga bencana," ucap Khofifah.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
Nekat Berkerumun di Kawasan Area Publik di Solo, Siap-siap Swab di Tempat

Nekat Berkerumun di Kawasan Area Publik di Solo, Siap-siap Swab di Tempat

Regional
Kabur Setelah 2 Kali Cabuli Anak Tirinya, Pria Ini Ditangkap di Jakarta

Kabur Setelah 2 Kali Cabuli Anak Tirinya, Pria Ini Ditangkap di Jakarta

Regional
Kasus Dugaan Prostitusi, Artis H Disebut Terima Puluhan Juta Rupiah

Kasus Dugaan Prostitusi, Artis H Disebut Terima Puluhan Juta Rupiah

Regional
BEM Malang Raya Demo ke Balai Kota Tuntut Pemotongan Biaya Kuliah

BEM Malang Raya Demo ke Balai Kota Tuntut Pemotongan Biaya Kuliah

Regional
Jadi Tersangka, Anggota DPRD Penjamin Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Belum Ditahan

Jadi Tersangka, Anggota DPRD Penjamin Pengambilan Jenazah Pasien Covid-19 Belum Ditahan

Regional
Zona Hijau di Riau Tinggal Satu Kabupaten, Ini Kunci Keberhasilannya

Zona Hijau di Riau Tinggal Satu Kabupaten, Ini Kunci Keberhasilannya

Regional
Kepala Dinas P5A Surabaya Meninggal, Sempat Dinyatakan Positif Covid-19

Kepala Dinas P5A Surabaya Meninggal, Sempat Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Terancam 7 Tahun Penjara

Ditetapkan Tersangka, Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Terancam 7 Tahun Penjara

Regional
Banjir di Sintang, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Gantung Putus

Banjir di Sintang, Puluhan Rumah Rusak dan Jembatan Gantung Putus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X