KPU Jateng Janji Kekurangan 3,3 Juta Surat Suara Akan Terpenuhi Sebelum Pemilu

Kompas.com - 04/04/2019, 14:58 WIB
Petugas menunjukkan contoh surat suara saat simulasi pemilihan umum (Pemilu) 2019 di KPU Provinsi Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). Simulasi tersebut digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait proses pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019. ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASAPetugas menunjukkan contoh surat suara saat simulasi pemilihan umum (Pemilu) 2019 di KPU Provinsi Jabar, Bandung, Jawa Barat, Selasa (2/4/2019). Simulasi tersebut digelar untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait proses pemungutan dan penghitungan suara pemilihan umum serentak yang akan dilaksanakan pada 17 April 2019.

SEMARANG, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menjanjikan kekurangan logistik surat suara yang rusak atau kurang akan terpenuhi sebelum 10 April 2019.

Hal itu disampaikan Koordinator Divisi Teknis KPU Jateng Ikhwanudin, menanggapi kekurangan logistik 3,3 juta surat suara yang ditemukan Bawaslu Jawa Tengah, Kamis (4/4/2019).

"Yang penting sebelum tanggal 10 April, karena tanggal itu mulai geser kotak suara," kata Ikhwan, saat dikonfirmasi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis.

Baca juga: Kekurangan 998.601 Surat Suara, KPU NTT Bersurat ke KPU RI

Ikhwan mengatakan, kekurangan surat suara terutama untuk surat suara pemilihan anggota DPRD kabupaten di enam daerah yang sebelumnya dilaporkan kurang, sudah teratasi.

Kekurangan surat suara tidak lagi berjumlah 3,3 juta lembar.

Namun demikian, masih ada logistik yang belum dipenuhi karena ditemukan rusak saat proses sortir dan lipat. Kekurangan surat suara akan didistribusikan maksimal 10 April.

"Setelah proses (sortir dan lipat) selesai semua. Nanti jika kurang akan dipesankan lagi, termasuk yang baru datang di enam daerah. Itu pertama akan disortir dan lipat. Jika ada temuan rusak, kurang dan di daerah lain akan dipesankan lagi ke percetakan," ujarnya.

Baca juga: KPU: 6 Daerah di Jateng Masih Kekurangan Surat Suara

Sebelumnya, Bawaslu Jawa Tengah menemukan 3,3 juta surat suara yang belum didistribusikan di wilayah Jawa Tengah. Total kebutuhan surat suara pemilihan calon presiden, DPR dan DPRD di Jawa Tengah sebanyak 142 juta suara.

Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Jawa Tengah Anik Sholihatun menjelaskan, beberapa sebab surat suara masih kurang karena basis data KPU adalah sambaran 2 persen dari daftar pemilih tetap (DPT) acara global.

Padahal, kebutuhan sebenarnya yaitu tambahan 2 persen tiap TPS.

"Sebab kedua, mengapa kurang karena selisih kurang/lebih hitung antara yang tertera di dus surat suara dengan jumlah lembaran setelah dihitung," kata Anik, Rabu (3/4/2019).

Kekurangan surat suara juga terjadi karena rusak dan perusahaan percetakan belum mengirim surat suara ke kabupaten dan kota.

Anik menambahkan, kekurangan surat suara hingga 1 April 2019, yang tercatat sebanyak 3.342.9870 surat suara. Kekurangan diklaim hampir merata di kabupaten/kota di Jawa Tengah.

"Bawaslu meminta KPU agar segera memenuhi belum lengkapnya surat suara di kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sesuai ketentuan, surat suara sudah harus terkirim secara lengkap ke kabupaten/kota paling lambat 30 Maret 2019," ujar Anik.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Menengok Bekas Tambang di Bangka yang Disulap Jadi Lokasi Agrowisata

Regional
Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X